Curhatan SBY Soal Jokowi dan Rupiah yang Anjlok

Curhatan SBY Soal Jokowi dan Rupiah yang Anjlok

Lori Official Writer
2806
Sebagai mantan presiden, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) masih terus memantau perkembangan kondisi di berbagai sektor di bawah pimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Begitu pula soal berita anjloknya kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menjadi bahan perhatian SBY.

Sejak 2013, SBY mengaku sudah memprediksi kondisi ini akan terjadi. Ia mengaku pernah menyampaikan bahwa ekonomi Amerika sudah berangsur membaik dan akan berdampak signifikan pada anjloknya kurs rupiah hingga mencapai Rp12 ribu per 1 US dollar. “Itulah sebabnya saya tetapkan pertumbuhan yang realistik 5-6 persen, tak memberikan angina surga sampai 7 persen,” cuit @SBYudhoyono.

Dirinya berpesan agar tak perlu menyalahkan pihak lain. “Memang yang paling mudah adalah mencari kambing hitam atau harus ada pihak yang disalahkan, terutama terkait jatuhnya rupiah kita,” tulisnya dalam akun @SBYudhoyono merujuk pada kebijakan pemerintah 10 tahun terakhir.  

Kendati dalam kondisi sulit, SBY meminta agar rakyat tidak panik karena dirinya meyakini pemerintahan Jokowi dapat memberikan solusi atas kondisi ini. “Saya selalu sampaikan optimisme: Presiden Jokowi & pemerintahannya akan bisa mengatasi tantangan ekonomi di tahun-tahun sulit ini. Yang penting dengan sense of crisis yang dimiliki, Presiden & pemerintah segera menentukan solusi, policy response & aksi nyata jitu, ” lanjut SBY.

Seperti diketahui, Jokowi meresponi situasi ini sebagai kesempatan yang seharusnya dimanfaatkan industri agar bergerak lebih cepat sehingga bisa mengambil keuntungan dari posisi melemahnya rupiah. Dirinya juga yakin bahwa situasi ini tidak akan bertahan lama karena fundamental ekonomi Indonesia terus mengalami perbaikan.

Senada dengan itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla juga menuturkan, nilai tukar rupiah dibandingkan dolar Amerika Serikat dapat dimanfaatkan dengan mendorong peningkatan eskpor komoditas Indoensia. “Ini peluang baik, dengan rupiah melemah dibanding dolar Amerika Serikat, maka impor kita akan menurun dan ekspor kita naik,” tuturnya, seperti dilansir Antaranews.com, Rabu (17/12).

Sumber : Antaranews.com/Tempo.co/ls

Ikuti Kami