Pakistan Berduka, Komunitas Kristen Gelar Doa Bersama

Pakistan Berduka, Komunitas Kristen Gelar Doa Bersama

Theresia Karo Karo Official Writer
4242
Setelah tragedi penyerangan kelompok Taliban di Army Public School and Colleges di Peshawar, Perdana Menteri Nawaz Sharif mengumumkan hari berkabung selama tiga hari. Penduduk di seluruh penjuru kota menyalakan lilin menandai tragedi ini dan para orang tua yang harus kehilangan anaknya ini, dengan berat hati mempersiapkan pemakaman anak-anak mereka.

Diketahui korban tewas mencapai 145 orang yang sebagian besarnya merupakan para siswa dan 125 orang yang menderita luka. Berdasarkan kesaksian supir bus sekolah Issam Uddin (25 tahun), para penyerang datang sekitar pukul 10.30 pagi waktu setempat menggunakan mobil bak terbuka.

Menurut Issam, kelompok Taliban memulai serangan dari belakang sekolah dan menembaki blok. Selanjutnya mereka menuju Gerbang satu dan menyerang tentara, penjaga gerbang, dan penjaga kebun. Selain baku tembak, para pelaku juga melancarkan serangan bom bunuh diri.

Atas peristiwa ini, masyarakat setempat dan seluruh dunia mengecam kelompok Taliban Pakistan. Para korban akan dikubur secara masal di Peshawar. Hingga saat ini, masyarakat masih menunggu respon pemerintah Pakistan untuk menindak lanjuti kelompok ini.

Komunitas Kristen di Pakistan juga tidak tinggal diam. Mereka menunjukkan solidaritas kepada keluarga korban penembakan dengan mengadakan acara khusus doa bersama. Pendeta Anwar Fazal mengungkapkan, bahwa selain berdoa akan ada penyalaan lilin bersama 15.000 orang.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, sudah menelepon PM Sharif untuk menyatakan dukungan atas tekad memberantas terorisme. Kedua pemimpin ini telah menyamakan pandangan menyangkut ancaman terorisme. Gedung Putih juga menegaskan bahwa, AS akan tetap mendukung Pakistan dalam melawan ekstrimisme.

Sumber : Berbagai sumber by tk
Halaman :
1

Ikuti Kami