Stres Bikin Cepat Ubanan, Fakta atau Mitos?

Stres Bikin Cepat Ubanan, Fakta atau Mitos?

Lori Official Writer
5963
Munculnya uban disekitar rambut biasanya akan mulai sekitar usia 30 – 35 tahun pada pria dan wanita. Tetapi tidak membatasi kasus lain yang menemukan bahwa ubanan juga bisa terjadi di usia muda atau usia 50-an tahun.

Rambut beruban muncul dari kantung kecil di permukaan kulit kepala yang disebut folikel. Di bagian paling bawah folikel terdapat papila atau tempat membuat sel-sel tunas rambut dan sel-sel pigmen melanin yang menentukan warna pada rambut.

Sehingga besar kemungkinan stres tidak berkaitan dengan timbulnya rambut ubanan, karena kemungkinan besar ubanan disebabkan oleh faktor genetik yang berbeda. “Meski banyak teori yang menjelaskan tetang perbedaan kemunculan uban pada rambut disebabkan oleh pola hidup dan faktor stres, tapi sangat sedikit bukti ilmiah yang bisa menjelaskannya,” terang Dr David Gunn, seperti dilansir BBC.

Pada waktu tertentu, sekitar 80-90 persen rambut akan mengalami fase aktif, yang bisa berlangsung sampai tujuh tahun lamanya. Di akhir tahap itu, kandungan pigmen dalam kantung rambut akan habis dan akan mengubah warna rambut menjadi abu-abu atau putih selama pertumbuhannya. Semakin lama, pigmen sel akan semakin sedikit sampai  akhirnya rambut akan berubah sepenuhnya abu-abu atau putih.

Penelitian menunjukkan bahwa rambut beruban lebih awal dialami wanita daripada pria. Fakta inilah yang dikaitkan dengan stres sebagai penyebabnya, terutama bagi wanita yang sudah menikah. Seperti teori yang diungkapkan oleh Jeffrey Miller, MD, guru besar dermatologi di Pennysylvania State University, AS, bahwa hormon stres bisa mempengaruhi pengiriman pigmen ke rambut dan stres menimbulkan peradangan yang merusak sel-sel pigmen di folikel rambut. Meski belum terbukti secara ilmiah, namun teori inilah yang banyak mendukung kuat penyebab uban setelah faktor genetik.

Namun dengan tegas, Nina Goad dari the British Association of Dermatologists menyatakan bahwa rambut yang berubah warna menjadi putih atau abu-abu (uban) bukan karena pola hidupnya, tetapi lebih pada faktor genetik yang tidak bisa dikontrol.

Sumber : Scientificamerican.com/Detik.com/ls
Halaman :
1

Ikuti Kami