Teguran yang Nyata  dan Kasih yang Tersembunyi

Teguran yang Nyata dan Kasih yang Tersembunyi

Tiurma Ida Purba Official Writer
45826

Kasih merupakan landasan orang Kristen dalam melakukan sesuatu. Tanpa kasih semuanya seakan tiada arti. Hal ini dipertegas dalam 1 Korintus 13 : 1-3,” Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing”

Kasih harus ditunjukkan dalam tindakan, bukan hanya dalam perkataan. Dalam keseharian anda selalu diperhadapkan pada suatu pilihan. Pilihan anda menentukan bagaimana masa depan anda.  Buatlah keputusan-keputusan yang positif.

Menegur adalah sebuah tindakan yang mengandung banyak resiko.  Dibutuhkan kasih bila anda ingin menegur seseorang. Karena banyak sekali seorang menegur yang lain dalam keadaan amarah.  Lalu, bagaimanakah cara menegur yang baik?

Paulus mengajarkan bahwa cara menegur sesorang yaitu dengan cara :

 

1. Jangan menegur dengan keras

Bila seseorang menegur dengan amarah, bukan hasil positif yang di dapat tetapi pertengkaran dan perselisihan akan terjadi. Sebaiknya menegur dengan kasih.

 

1 Korintus 13 : 4-8 = “ Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu; ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan disi sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap”.

Itulah definisi Kasih yang sesungguhnya. Dalam menegur tidak boleh dengan keras, cemburu, sombong karena kekuasaan atau jabatan. Namun, harus dengan kasih persaudaraan.

 

2. Tegurlah dengan tata krama dan sopan santun

Jika anda menegur orang yang lebih tua, anda harus tetap memiliki sopan santun. Meskipun anda seorang atasan, namun tata krama tetap nomor satu yang diutamakan. Saling menghargai dan menghormati satu sama lain adalah sebuah  cara untuk mengasihi. Mari belajar dari Daud.

1 samuel 24:10-12

“ Ketahuilah, pada hari ini matamu sendiri melihat, bahwa Tuhan sekarang menyerahkan engkai ke dalam tanganku dalam gua itu; ada orang yang telah menyuruh aku membunuh engkau, tetapi aku merasa sayang kepadamu karena pikirku: Aku tidak akan menjamah tuanku itu, sebab dialah orang yang diurapi Tuhan.

“ Lihatlah dahulu, ayahku, lihatlah kiranya punca jubahmu dalam tanganku ini! Sebab dari kenyataan bahwa aku memotong punca jubahmu dengan tidak membunuh engkau, dapatlah kau ketahui dan kau lihat, bahwa tanganku bersih daripada kejahatan dan pengkhianatan, dan bahwa aku tidak berbuat dosa terhadap engkau, walaupun engkau ini mengejar-ngejar aku untuk mencabut nyawaku.

“ Tuhan kiranya menjadi hakim di antara aku dan engkau, Tuhan kiranya membalaskan aku kepadamu, tetapi tanganku tidak akan memukul engkau”

Daud tetap sopan menegur Saul. Dia tetap menghargai Saul sebagai Raja, walaupun saat itu dia mempunyai kesempatan untuk membunuh Saul.

3.  Tegurlah dengan didikan

Amsal 22:6

“ Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang daripada jalan itu”.

Didikan berguna bagi siapa pun. Khususnya orang muda yang punya semangat dan kemampuan. Terkadang orang muda kurang berhikmat dalam melakukan sesuatu. Maka dari itu, setiap orang muda yang melakukan kesalahan harus di tegur dengan motivasi. Dengan motivasi, orang muda akan belajar dari pengalaman yang lalu untuk menjadi yang lebih baik.

Mengapa anda harus berani menegur?

Pada kenyataannya tidak semua pemimpin yang berani menegur dengan kasih. Namun firman Tuhan mengajarkan bahwa anda berani menegur karena :

1.    Tuhan ingin semua orang selamat. Dia tidak ingin seorang pun mati dalam dosanya.

2.    Tuhan memakai anak-anakNya sebagai penyambung lidah, agar setiap orang tidak hidup berpusat pada diri sendiri dan kembali kepada Tuhan.


Bagaimana cara menegur yang baik dan penuh kasih ?

1.    Dengan Sikap bijak dan peka pada waktu yang tepat ( Ams 25:11)

Lihatlah waktu yang tepat. Jangan sampai karena anda menegur di waktu yang tidak tepat, hubungan anda dengannya menjadi renggang.

2.    Menegur dengan empat mata. Jangan menegurnya di tempat umum. Jagalah perasaan dengan tidak mempermalukan orang di depan umum ( Matius 18:15)

Setiap orang selalu ingin dihargai dan dihormati. Cobalah untuk berbicara empat mata terlebih dahulu.

3.    Harus dengan rendah hati dan saling tolong-menolong. Sadarilah bahwa anda juga bisa jatuh dan rapuh. Semua orang bisa berpeluang melakukan kesalahan. ( Galatia 6:2)

Bila anda menegur, anda tidak boleh sombong atau merasa hebat dari orang yang anda tegur. Karena peluang untuk orang melakukan kesalahan selalu ada.

4.   Dengan motivasi yang tulus. ( Efesus 4:15)

Motivasi sangat penting dalam melakukan tujuan. Pastikanlah bahwa anda menegur yang lain dengan motivasi yang tetap tulus dan tetap rendah hati.

 

Mari belajar untuk tetap rendah hati,milikilah  hati yang mau di tegur dan tetap bersuka cita.

Amsal 27 – 5-6

“ Lebih baik teguran yang nyata-nyata daripada kasih yang tersembunyi. Seorang kawan memukul dengan maksud baik, tetapi seorang lawan mencium secara berlimpah-limpah”. 

Sumber : berbagai sumber/by tiur

Ikuti Kami