Studi: Kunci Pernikahan Bahagia Ada Pada Suami

Studi: Kunci Pernikahan Bahagia Ada Pada Suami

Theresia Karo Karo Official Writer
10603
<!--[if gte mso 9]><xml> Normal 0 MicrosoftInternetExplorer4 </xml><![endif]-->

Bahagia tentu menjadi tujuan dari setiap pasangan menikah. Selama ini mungkin telah banyak yang mengulas tentang tips atau trik untuk tetap menjaga keutuhan rumah tangga. Mulai dari komunikasi yang lancar, kehidupan seks yang baik, jujur, terbuka, saling menghormati dan lainnya.

Berdasarkan penelitian terbaru oleh University od Chicago ditemukan salah satu kunci pernikahan bahagia. Studi yang dilansir dari Grandparents.com ini mengungkapkan bahwa banyak istri ini yang setuju bahwa pernikahan mereka dikatakan bahagia, bergantung pada kesehatan dan sikap suami.

Penelitian ini melibatkan pasangan suami-istri pada range usia 63-90 tahun dan rata-rata telah menikah selama 39 tahun. Survei ini menemukan hasil, bahwa ketika suami berada dalam kondisi kesehatan yang buruk, seringkali terjadi banyak konflik. Namun, bila yang terjadi sebaliknya, istri yang sedang sakit, maka kondisi rumah tangga akan baik seperti biasanya.

Disamping itu Namcy Fagan seorang mediator perceraian mengungkapkan bahwa sekitar 85% wanita ingin berpisah dari suami karena merasa pasangannya tidak dapat bekerja sama untuk menjaga hubungan harmonis, termasuk menjauhkan hubungan dari hal yang merusak keharmonisan rumah tangga.

Menurut Gregory A. Kuhlman, Ph.D. dan Patricia Schell Kuhlman dari lembaga konseling pernikahan terdapat beberapa saran guna menjaga kebahagiaan dalam rumah tangga. Pertama adalah bangun sesuatu yang positif dalam hubungan anda. Misalnya, ketika salah satu sedang sibuk, dan perhatiannya terfokus pada satu hal yang memang penting. Jangan anggap dia tidak peduli dengan anda. Akan sangat baik bila anda mencoba mengerti dan menjadi pendukung yang menyemangatinya.

Saran kedua adalah sesekali berusaha anda dan pasangan menyingkirkan kesukaan masing-masing dan temukan pengalaman baru pada saat weekend. Biarkan ini menjadi saat anda menemukan quality time berdua dan lepaskan pikiran sejenak dari pekerjaan menumpuk di kantor.

Saran terakhir adalah berbagi sukacita di hari jadi anda bersama pasangan. Bukan dipaksa untuk menggelar perayaan mewah, namun biarlah memori saat anda mengikat janji suci menjadi pengingat bagaimana anda mulai berjuang untuk menjaga kesakralan pernikahan sejak bertahun-tahun yang lalu. Tentunya pernikahan yang bahagia akan tercapai, saat anda dan pasangan sama-sama berjuang mencapainya
<!--[if !mso]><object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id=ieooui></object> <style> st1\:*{behavior:url(#ieooui) } </style> <style> /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin:0in; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman";} </style> Halaman : 1

Ikuti Kami