Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Lori Mora

Official Writer
3165


Seperti dendam yang belum tuntas, Front Pembela Islam (FPI) kembali menantang Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dengan menggelar aksi demo pada Senin (1/12). Aksi demo bersama ribuan massa yang terdiri dari 90 ormas, termasuk FPI itu dipimpin oleh Habib Rizieq Shihab.

Dalam aksinya, massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ) ini meminta Ahok turun dari jabatannya. Penolakan ini dilakukan dengan melantik Gubernur Masyarakat Jakarta (GMJ) atau gubernur tandingan, Ketua ‘GMJ’ Fachrurozi Ishaq tepat di depan Gedung DPRD DKI Jakarta. Dihadapan ribuan massanya, Fachrurozi Ishaq meminta DPRD menurunkan jabatan Ahok. “Sebagai Gubernur DKI Jakarta, saya minta DPRD menggunakan hak interpelasinya untuk menurunkan Ahok,” ujar Fachrurozi, seperti dikutip dari Kompas.com, Senin (1/12).

Menyikapi tindakan FPI, Ahok tak banyak berkomentar. Ia menganggap aksi tersebut tidak ‘fair’. “Enggak usah dikomentarinlah. Enggak apa-apalah Ngapain tandingan yang enggak fair,” ucapnya.

Ahok menandaskan, tak akan takut dengan aksi FPI sekalipun dengan ribuan massa. Ia memastikan posisinya sebagai Gubernur DKI Jakarta tak akan bisa digoyahkan. Dirinya bahkan menyindir massa FPI yang tak memenuhi kuota seperti yang diungkapkan sebelumnya. Apalagi, pendemo kebanyakan warga dari luar Jakarta. “FPI mau demo 2000 orang? Bukan 5000 orang? Kalau enggak memenuhi kuota, enggak usah demo. Malu-maluin. KTP-nya bukan Jakarta. Nggak usah demolah,” tandasnya.

Untuk diketahui, aksi demo ini dimulai dari markas FPI di Jalan Petamburan, Jakarta Pusat menuju Bundaran HI. Mereka telah bersiap sejak pukul 10.25 WIB pagi tadi. Dengan pengangkatan gubernur tandingan ini, FPI meminta dukungan dari koalisi Merah Putih untuk melengserkan Ahok dari jabatannya.

Sebagai negara hukum, negara benar mengakui keberadaan organisasi masyarakat (ormas)  dari beragam latar belakang kelompok, tetapi dengan syarat yang jelas, yakni tetap menaati hukum dan aturan yang berlaku sebagai negara yang dibungkus dalam warna kemajemukan. Namun sayangnya, sejumlah ormas malah masing berkubang dalam sentimen suku, agama dan ras, yang tanpa disadari adalah akar dari perpecahan kesatuan.

Sumber : Kompas.com/jawaban.com/ls

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Nur Isra 20 November 2019 - 02:46:08

Laporan arus kas Nesreen Co

0 Answer

Inovi Isdiyantoro 18 November 2019 - 21:01:35

Di phk

0 Answer

Aris Anto 18 November 2019 - 17:31:20

Is that...................(you)house?

0 Answer


surya 10 November 2019 - 18:37:53
Hi teman teman JC, nama saya surya, saya mengalami... more..

marisca benedicta 9 November 2019 - 10:23:48
tolong bantu doa, agar saya terlepas dri jeratan h... more..

Joice Merry 6 November 2019 - 13:22:01
Mohon topangan doa agar Supaya tidak khawatir akan... more..

Aneke Ane 5 November 2019 - 05:23:34
Saya ane. Saat ini saya merasa berada dititik ter... more..

Banner Mitra November Week 3


7268

Banner Mitra November Week 3