Utusan Malaysia  Sebut Jokowi Angkuh

Nasional / 28 November 2014

Kalangan Sendiri

Utusan Malaysia Sebut Jokowi Angkuh

Tiurma Ida Purba Official Writer
3779

Utusan Malaysia,Minggu 23 November 2013  memberitakan bahwa Jokowi Angkuh. Media Online Negeri Jiran ini berpendapat bahwa Jokowi tidak bisa menjalin hubungan kerjasama negara serumpun. Pernyataan Jokowi di nilai sangat keras. Tulisan yang berjudul  “Maaf Cakap, Inilah Jokowi” sangat berpengaruh pada masyarakat Indonesia khususnya yang membaca berita ini.

Jokowi yang begitu di kagumi di negerinya, namun dapat juga di cemooh oleh negara tetangga. Berita tak sedap ini muncul karena mantan Gubernur DKI Jakarta ini memberikan kebijakan untuk menenggelamkan kapal-kapal nelayan asing yang masuk ke Indonesia. Kebijakan Jokowi ini dianggap Utusan, sebagai pendekatan yang kontroversi dalam mengelola isu antar negara.

Sekretaris Kabinet, Andi Widjajanto memberikan pernyataan atas permasalahan ini bahwa akibat invasi nelayan asing, Indonesia dirugikan sebesar US$25 miliar per tahun. Bisa dibayangkan bukan bahwa Indonesia mengalami kerugian sebanyak itu. Andi juga menyambung pembicaraannya bahwa kebijakan tegas Jokowi yang menenggelamkan kapal-kapal asing bisa memberikan pesan serius kepada negara-negara lain yang masuk ke perbatasan Indonesia.

Pernyataan tegas Andi, menurut Utusan merupakan ancaman bagi Malaysia. Utusan berpendapat bahwa  sikap pemimpin dalam menangani wilayah oleh nelayan tidak sama seperti aksi pelanggaran pendatang asing tanpa izin yang dialami oleh Malaysia. Utusan mulai membandingkan dengan penerobosan laut yang dilakukan oleh pendatang gelap asal Indonesia ke Negeri Jiran tersebut.

Utusan Online mengatakan bahwa, Malaysia menjamin akan melakukan pendekatan yang berbeda dengan Indonesi, mereka tidak akan melakukan sesuatu yang bersifat di luar batas kemanusiaan terhadap Imigran illegal asal Indonesia.

“ Justru Malaysia yang seharusnya bersikap tegas, karena para Imigran Ilegal dari Indonesia turut berkontribusi terhadap masalah sosial dan merampas keamanan di negara ini,” tulis Utusan.

Utusan meminta kepada Jokowi, bahwa membaca Nota Kesepahaman yang diteken oleh Indonesia dan Malaysia tahun 2011 silam. Di dalam MOU itu tertulis, bahwa kedua negara sepakat untuk membebaskan nelayan tradisional yang membawa kapal kurang dari 10 ton jika tersesat di perairan kedua negara.

Jadi artinya “ Jika ada nelayan tradisional yang berhasil ditangkap, maka mereka hanya akan diusir. Menenggelamkan perahu atau menghancurkan harta benda nelayan tidak ada dalam ketentuan itu” tambah Utusan.

Sumber : republika.co.id/by tiur
Halaman :
1

Ikuti Kami