Masalah Investasi dan Solusinya

Masalah Investasi dan Solusinya

Theresia Karo Karo Official Writer
18677
Setelah melewati krisis ekonomi di tahun 1998 banyak orang yang mulai mempertimbangkan peran penting investasi. Hal ini disebabkan nilai uang yang terus  tergerus inflasi.

Menurut pengertiannya, investasi merupakan salah satu solusi atas masalah finansial di masa depan. Meskipun begitu, dari 230 juta penduduk Indonesia hanya tiga persen yang terlibat dalam investasi yang dilakukan secara perorangan. Hal ini disebabkan munculnya beberapa masalah yang menghadang langkah investasi. Berikut beberapa masalah umum yang sering terjadi:

Keterbatasan Modal
Bila berbicara mengenai investasi, maka hal ini tidak terlepas dari penyediaan modal. Seringkali orang berpikir bahwa dana yang dibutuhkan untuk memulai investasi cukup besar. Sedangkan penghasilan setiap bulan sangat terbatas.

Namun kenyataannya berbeda, karena terdapat pilihan investasi yang terjangkau, salah satunya adalah reksadana. Hanya dengan dana Rp 100.000 – Rp 300.000 anda dapat berinvestasi tanpa perlu khawatir dengan modal yang besar. Paling tidak, anda dapat menginvestasikan modal sebesar 10% dari pengeluaran selama ini.

Minimnya Pengetahuan
Disamping masalah dana, tidak sedikit orang yang enggan berinvestasi karena minimnya pengetahuan mengenai investasi. Namun, ini seharusnya tidak menjadi alasan bagi anda yang serius ingin menyelamatkan nilai uang anda. Karena saat ini anda dapat dengan sangat mudah mengakses informasi melalui Google, situs, forum, hingga mengikuti seminar yang diadakan oleh para perencana keuangan.

Administrasi Merepotkan
Bila dulu mengurus admistrasi dalam investasi tergolong rumit, namun saat ini tidak demikian.  Terdapat pilihan investasi dengan pengurusan administrasi yang mudah dan salah satunya adalah investasi reksadana. Cukup dengan membuka rekening di bank-bank yang menyediakan jasa pembelian produk reksadana, anda dapat berinvestasi. Anda hanya perlu mendatangi bank dan berurusan dengan bagian customer service dan sampaikan keinginan untuk membeli produk reksa dana.

Sumber : Readersdigest/Teropongbisnis.com by tk
Halaman :
1

Ikuti Kami