Love Ran Red: Album Terbaru Chris Tomlin

Love Ran Red: Album Terbaru Chris Tomlin

Hot Triany Nadapdap Official Writer
3506
Hadirnya Album Chris Tomlin yang terbaru merupakan peristiwa penting bagi perkembangan Musik Kristiani (Christian Music), karena jenis musiknya tidak begitu banyak lagi saat ini. Beberapa lagu Tomlin yang sangat dikenal pada ibadah-ibadah umum maupun pemuda gereja adalah "How Great Is Our God" dan "Forever". Ketika seorang musisi mencapai tingkat dikenal oleh pasarnya (seperti U2 atau Taylor Swift pada pasaran musik umum/sekuler), akan sangat sulit untuk mengerluarkan album baru dengan mempertahankan cirinya sendiri. Sejarah, track record dan persepsi umum tentang warna musik musisi  tersebut akan mempengaruhi bagaimana kita akan mendengar musik yang baru muncul ini. Hal lain yang terjadi adalah akan ada diskusi tentang musik dari musisi tersebut apakah "bertumbuh" sebagai seorang musisi, dan bagaimana album barunya jika dibandingkan album-albumnya yang sudah pernah ada.

Kalau Anda mendengar isi Album Love Ran Red yang baru ini, akan terdengar sebagai musik pop yang bagus saja. Namun bagi worshipper yang mengerti makna sebuah ibadah, Anda akan mengerti kalau Chris Tomlin bernyanyi sebagai pencari Tuhan/good seeker melebihi penyanyi lain yang hanya bisa menciptakan lagu.

"Tendangan besar" album ini adalah ketika secara perlahan akan menjadi lagu yang dinyanyikan dalam ibadah, dan akan mecolok dibandingkan dengan beberapa lagu Tomlin yang sudah pernah sukses sebelumnya. Album ini akan membangun sebuah momentum, bukan hanya sekedar aksi menendang dalam waktu yang cepat. Di dalamnya ada juga single radio "Waterfall", dengan bit ketukan per-menit dengan rasio yang pelan. "Waterfall" adalah lagu pop yang bagus, tapi sayangnya liriknya sulit untuk dinyanyikan dalam ibadah. Hal ini pula yang kemudian akan mengundang diskusi tentang cara menulis lagu-lagu penyembahan dengan ide-ide segar.

Pada bagian tengah album, "At The Cross (Love Ran Red)," mengusung himne "At The Cross" dengan kemasan yang baru. Pengerjaan kembali himne yang sudah lama ini merupakan salah satu kemampuan Tomlin yang paling hebat sebagai penulis, dan secara perlahan lagu ini terbawa dalam elemen yang sama dengan tema besarnya. Inilah salah satu momen terbaik dari album ini.

Namun bukan momen terbaik untuk album ini di lagu "Boundary Lines." Dengan skittering-nya, melompat-lompat drum (terdengar sedikit seperti Mutemath) "Boundary Lines" mengambil tema sedikit bernuansa sendu dengan piano (God's ways-sesuai standar) sebagai sebuah celebrate yang "tepat". Lagu ini kemudian membuka ke bagian chorus besar dengan tema air, yang rasanya lebih segar kalau dibandingkan dengan "Waterfalls."

Album Love Ran Red terus meningkat menjelang akhir album, dengan "The Table" yang sedikit mellow, kemudian aliran Injil (dengan nuansa klasik "People Get Ready"), yang juga menunjukkan sisi baru dari tulisan Tomlin. "Psalm 100" juga menarik, dengan menggunakan ayat-ayat sebagai Praise dengan lebih lambat "I Will Boast" kemudian diakhiri dengan reff piano menggunakan melodi judul lagu untuk membawa tema album yang utuh. "Jesus This Is You" mengakhiri album (di versi "non-deluxe") dengan epik, melodi teater dengan penggunaan paduan suara yang menarik pada akhirnya.

Love Ran Red merupakan bagian dari sekuelnya (baru) sesuai tradisi Hollywood. Hal ini mungkin tidak sama dengan entri terbaik film seri, tapi yang terbaik adalah mengingatkan Anda tentang hal yang paling Anda sukai dari sebuah film. Love Ran Red merupakan awal solid dalam menumbuhkan kerja Chris Tomlin, sekaligus sebuah album yang dapat digunakan untuk merayakan Yesus dan pengorbananNya.


Sumber : jesusfreakhideout.com/htn

Ikuti Kami