Susi Pudjiastuti, Pebisnis Sukses dan Menteri Tamatan SMP

Susi Pudjiastuti, Pebisnis Sukses dan Menteri Tamatan SMP

daniel.tanamal Official Writer
2658
<!--[if gte mso 9]><xml> </xml><![endif]-->

Nama Susi Pudjiastuti menjadi buah bibir dan topik pembicaraan banyak orang saat Presiden terpilih Joko Widodo mendaulatnya masuk Kabinet Kerja sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2014-2019. Bukan hanya gaya “tomboy” yang dipergunjungkan banyak orang, namun sederet prestasi kerja dan karakter keras dengan etos profesionalisme yang tinggi banyak menuai pujian dan kekaguman bagi masyarakat luas.

Susi lahir dari Pangandaran Jawa Barat 15 Januari 1965 dari keluarga saudagar pedagang yang berasal dari Jawa Tengah. Meski hidup ditengah keluarga yang cukup berada, Susi tidak terlena. Dirinya justru memilih untuk terjun didunia bisnis disaat usia masih mengharuskannya duduk di bangku sekolah menengah pertama. Berbekal modal hasil penjualan perhiasannya sebesar Rp 750 Ribu, Susi menjadi pengepul ikan di Pangandaran pada 1983. Dirinya kemudian mendirikan pabrik pengolahan ikan PT ASI Pudjiastuti Marine Product dengan produk unggulan berupa lobster dengan merek “Susi Brand” pada 1966. Bisnis lobster inilah yang menjadi lompatan Susi menuju kesuksesan bisnis yang tinggi. Omzetnya mencapai milyaran rupiah setiap bulan.

Merasa perlunya kecepatan distribusi lobster dalam keadaan segar untuk pasar Asia dan Amerika, Susi memutuskan meminjam Rp20 miliar dari Bank untuk membeli sebuah Cessna Caravan pada 2004 sekaligus mendirikan PT ASI Pudjiastuti Aviation. Distribusi lobster segarnya pun segera tersebar secara cepat ke berbagai daerah di Indonesia juga Jepang.

Nama Susi Air menjadi sebuah call sign yang digunakan untuk pesawat pengangkut lobster itu. Pada saat peristiwa Tsunami di Aceh terjadi, Susi Air menjadi satu-satunya pesawat pertama yang berhasil mencapai lokasi bencana untuk mendistribusikan bantuan kepada para korban yang berada di daerah terisolasi. Saat itulah Susi akhirnya mengubah arah bisnis, bersamaan juga dengan merosotnya bisnis perikanan. Pesawatnya kemudian disewakan selama tiga tahun untuk misi kemanusiaan.

Hingga kini Susi Air mengoperasikan 50 pesawat dengan berbagai tipe seperti 32 Cessna Grand Caravan, 9 Pilatus PC-6 Porter dan 3 Piaggio P180 Avanti. Susi Air juga mempekerjakan 180 pilot, dengan 175 di antaranya merupakan pilot asing. Tahun 2012 Susi Air menerima pendapatan Rp300 miliar dan melayani 200 penerbangan perintis.

Tidak hanya itu, Susi juga mengembangkan bisnis aviasinya dengan membuka sekolah pilot Susi Flying School melalui PT ASI Pudjiastuti Flying School. Sejumlah penghargaan juga didapatnya seperti Pelopor Wisata dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat tahun 2004, Young Entrepreneur of the Year dari Ernst and Young Indonesia tahun 2005, Primaniyarta Award for Best Small & Medium Enterprise Exporter 2005 dari Presiden Republik Indonesia. Metro TV Award for Economics-2006, Inspiring Woman 2005 dan Eagle Award 2006 dari Metro TV, Indonesia, Ganesha Widyajasa Aditama Award dari ITB, 2011, Award for Innovative Achievements, Extraordinary Leadership and Significant Contributions to the Economy, APEC, 2011 dan Tokoh Wanita Inspiratif Penggerak Pembangunan, dari Gubernur Jawa Barat pada 2008.

Setelah didirinya menjadi Menteri Perikanan dan Kelautan sejumlah gebrakan besar dibuatnya untuk ikut membangun kemaritiman Indonesia diakui dunia.





<!--[if gte mso 9]><xml> Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 10]> <style> /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:8.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:107%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri",sans-serif; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;} </style> <!--[endif]-->--> Sumber : Wikipedia dan Berbagai Sumber

Ikuti Kami