Ajarkan Anak & Remaja: Love, Seks, Dating

Ajarkan Anak & Remaja: Love, Seks, Dating

Hot Triany Nadapdap Official Writer
4664
Apakah Anda pernah melihat anak SD pacaran? Hal itu mungkin sudah tidak asing lagi bagi Anda. Memang tidak ada yang dapat melarang anak remaja masa kini untuk punya pacar, sebab pacaran telah menjadi hal lumrah dan tren mereka. Banyak dari orang tua yang terpaksa menerima kondisi itu karena kuatir anak remaja mereka malah menjauh-jaga jarak ataupun terjerumus pelarian yang salah.

Kalau memang remaja Anda (anak, keponakan atau siswa usia 10-17 tahun) sudah terlanjur berpacaran, maka hal yang perlu dilakukan adalah memberikan edukasi tahap lanjutan. Jangan jadikan pendidikan seks hal yang tabu karena justru lebih aman ketika mereka mendapat pendidikan seks, love dan dating dari dalam rumah, yaitu dari orang tua atau kerabat mereka sendiri. Jika sebelumnya anak kecil (0-4 tahun) sudah belajar tentang cara mengekspresikan LOVE kepada anggota keluarga, kerabat, teman, guru dan cara bersopan santun penuh kasih. Kemudian  usia 5-9 tahun belajar pendidikan SEKS mulai dari alasan kenapa postur Ayah (pria) dan Ibu (wanita) berbeda, fungsi organ seksual secara sederhana, apa saja area pribadi tubuh mereka yang tidak boleh dipegang/disentuh orang lain hingga jangan pernah memperbolehkan orang lain untuk memegang area pribadi mereka. Maka pada usia remaja, mereka perlu tahu lebih mendalam tentang DATING (masa berkencan/berpacaran).

Penulis menyarankan agar Anda mengajarkan pada remaja pembahasan Dating, melalui hal-hal yang mereka dapat mengerti dengan mudah. Berikut ini ada 2 pertanyaan remaja yang mungkin bisa membantu Anda menjelaskan kepada mereka:
  1. Bolehkah bergandengan tangan? Jawaban Anda: Apakah kamu bergandengan tangan dengan kakak atau adik kamu?
  2. Bolehkah mencium pipi? Jawaban Anda: Apakah kamu mencium pipi kakak atau adik kamu?
Inti dari rule of dating  yang perlu remaja  ketahui adalah ajarkan mereka memperlakukan pacar mereka, seperti memperlakukan kakak dan adik mereka. Sehingga mereka bisa membayangkan, "Apakah kalau dia kakak atau adik Saya, Saya akan bersikap demikian?" dan memutuskan hal-hal yang benar dalam hidup mereka.

Sebagai orang tua yang memiliki anak remaja, ingatlah bahwa memiliki mereka bukanlah beban Anda melainkan cara menjaga kepercayaan Tuhan dan menerapkan seni mendidik anak. Jangan marah kepada mereka tanpa alasan yang jelas, tapi sebisa mungkin ambil waktu berbicara hati ke hati dengan mereka. Selalu menyelesaikan masalah dengan kepala dingin dan bukan main tangan. Isi waktu luang mereka dengan mengijinkan mereka aktif mengikuti ekstrakulikuler, les musik, menari, dan kegiatan kreatif lainnya.


Sumber : jawaban.com/htn
Halaman :
1

Ikuti Kami