Festival Lima: Beda Itu Biasa

Festival Lima: Beda Itu Biasa

Budhi Marpaung Official Writer
4760
Dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober 2014, Seperlima mengadakan sebuah festival untuk anak remaja dan pemuda yang diberi nama Festival Seperlima: Beda itu Biasa. Mengambil lokasi di Taman Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (26/10/2014), kegiatan yang didukung Kedutaan Besar Norwegia tersebut berlangsung meriah.

Berikut beberapa foto yang berhasil Jawaban.Com jepret langsung dari kamera ketika acara digelar:


(Keterangan Foto: Salah seorang peserta kompetisi poster Infografis sedang menjelaskan karyanya kepada audiens dan dewan juri yang salah satunya adalah Eka Annash, vokalis The Brandals)


(Keterangan Foto: Inilah salah satu hasil karya poster peserta kompetisi poster infografis yang diadakan oleh Seperlima)


(Keterangan Foto: Selain booth makanan, panitia menghadirkan sejumlah booth informatif seputar remaja dan anak muda)


(Keterangan Foto: Panitia menyediakan ruang bagi setiap pengunjung untuk menyuarakan isi hati, pikiran mereka mengenai sejumlah isu yang diangkat seperti antara lain perbedaan, generasi muda, dan Indonesia)


(Keterangan Foto: Setiap tulisan dari para pengunjung digantungkan di tali panjang yang membentang dari satu pohon ke pohon yang lain yang berada di sisi kanan-kiri panggung musik).


(Keterangan Foto: Salah satu band yang cukup di kenal di Jakarta, Angsa & Serigala turut hadir memeriahkan Festival Seperlima: Beda Itu BIasa)


(Keterangan Foto: Para pengunjung tidak ragu-ragu untuk duduk di taman, menikmati musik yang disajikan di hadapan mereka)

Menurut keterangan koordinator event Festival Seperlima: Beda Itu Biasa, Dyana Savina Hutajulu, bahwa pihaknya tidak akan berhenti pada acara di Taman Menteng, tersebut saja. Beragam kegiatan telah dipersiapkan sebagai tindak lanjut yakni diantaranya road show dan kuliah umum ke berbagai perguruan tinggi di Indonesia.  

"Karena kita ingin anak-anak muda di sini, ayo semangat, ini kita Sumpah Pemuda, pada tahun 1928, our founding fathers, sudah membuat pledge (sumpah), mungkin Indonesia, seberagam sekarang dan anak muda dengan era globalisasi, smart phone, semua sudah semakin variatif kan? Kita pengen anak muda Indonesia itu, ayo selain menghargai persatuan, juga merayakan perbedaan," tandas Dyana.
Sumber : Jawaban.Com / bm
Halaman :
1

Ikuti Kami