Kasih Itu Berasal dari Allah

Kasih Itu Berasal dari Allah

Lois Official Writer
      8325
Show English Version
1 Yohanes 4:7
 "Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah, dan setiap orang yang mengasihi lahir dari Allah dan mengenal Allah."

Bacaan Alkitab Setahun : [kitab]Mazmu114[/kitab]; [kitab]iipet1[/kitab]; [kitab]yehez33-35[/kitab]

Dua orang sahabat bertemu tak berapa lama setelah salah satunya mengikut Yesus sementara yang lain masih atheis, berikut percakapan mereka :

"Jadi, kau sudah bertobat dan menjadi pengikut Kristus?"

"Ya"

"Kalau begitu tentu kau tahu banyak tentang Dia. Misalnya, di negara mana Ia dilahirkan?"

"Aku tidak tahu."

"Berapa usia-Nya waktu Ia meninggal?"

"Aku tidak tahu."

"Berapa kali Ia berkhotbah?"

"Aku tidak tahu."

"Lho, sebagai seorang yang menyatakan telah bertobat dan menjadi pengikut Kristus, sedikit sekali yang kau ketahui."

"Kau memang benar. Aku malu karena begitu sedikit pengetahuanku tentang Dia. Tetapi, sekurang-kurangnya aku tahu hal ini. Tiga tahun yang lalu aku seorang pemabuk. Hutangku banyak. Keluargaku berantakan. Anak istriku selalu takut setiap kali aku pulang. Tetapi sekarang aku sudah tidak minum lagi. Hutang-hutangku sudah lunas. Keluarga kami bahagia. Anak-anak senang menantiku pulang ke rumah setiap sore. Ini semua karya Kristus bagiku. Sebanyak itulah yang aku ketahui tentang Yesus."

Hubungan kita dengan Yesus bukanlah pelajaran sejarah, yang didasarkan pada berapa banyak yang kita ketahui tentang Yesus. Hubungan kita juga bukan tentang pelajaran matematika, yang bisa kita hitung berapa kali berkat-Nya untuk kita, berapa kali kita ditolong, atau yang lainnya. Hubungan kita dengan-Nya benar-benar dari Pribadi yang Satu kepada pribadi lainnya. Kita tidak perlu punya banyak pengetahuan, kepintaran, hal-hal yang hebat lainnya.

Hubungan terjalin karena adanya rasa saling mengasihi satu dengan yang lainnya. Saat Tuhan mengasihi kita dan kita mengasihi-Nya, maka hubungan itu bisa semakin intim. Hal yang sama juga terjadi dalam kehidupan manusia dengan sesamanya. Daud dan Yonatan saling mengasihi sebagai dua sahabat yang karib, jauh melebihi saudara kandung. Yusuf mengasihi saudara-saudaranya yang telah berbuat jahat padanya.

Boleh jadi saat ini kita tidak begitu mengerti bagaimana Tuhan bekerja, kenapa Dia tetap tak terlihat, mengapa hidup kita tetap sengsara atau bahkan mungkin malah lebih sengsara sebelum kita mengikut-Nya, tapi percayalah satu hal yang pasti bahwa kasih-Nya akan membuat hidup kita indah. Binalah hubungan yang intim terus-menerus dengan Pencipta kita dan lakukan penuh dengan kasih, kepercayaan, dan penyerahan penuh pada-Nya.


Mujizat terbesar yang pernah Tuhan lakukan bukanlah menjadikan orang buta melihat, lumpuh berjalan, atau tuli mendengar. Mujizat terbesar terjadi saat Dia mengubah hati orang berdosa menjadi orang yang mencintai Tuhan dan sesamanya manusia.

Ikuti Kami