Ketika Harus Menunggu

Ketika Harus Menunggu

Lori Official Writer
      7563
Show English Version
Yesaya 40: 31

Tetapi orang yang menanti-nantikan Tuhan mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.

 

Bacaan Alkitab Setahun: [kitab]Mazmu94[/kitab]; [kitab]Lukas15[/kitab];[kitab]Danie5-6[/kitab]

Setiap orang pasti sepakat bahwa menunggu adalah pekerjaan yang melelahkan. Ketidaksabaran itu pun kerap saya hadapi. Saya sering terjebak di telepon dan tak sabar mengikuti instruksi dari layanan telepon. Seperti yang kita tahu, kita harus menjawab pertanyaan ini dan itu, menekan tombol, menjawab dan menunggu instruksi berikutnya.

Hal ini bisa berlangsung selama 10, 15, 20 menit atau bahkan lebih. Dan saya sudah melakukannya. Dan selama masa menunggu itu saya diserang rasa frustrasi. Saat itu, saya memilih untuk menjadi stress dan dikuasai sikap buruk.

Namun setelah diingatkan pada satu kutipan dari Chuck Swindoll: “Saya yakin bahwa hidup adalah 10 persen apa yang terjadi kepada saya dan 90 persen bagaimana saya menyikapinya”. Dan belum lama ini saya mencoba mempraktikkannya ketika saya sedang menunggu (lagi) berbicara dengan seseorang tentang penyebab mengapa DSL saya tidak bekerja. Sementara saya menunggu, saya memutuskan melakukan pekerjaan lain. Saya tak perlu fokus pada fakta bahwa saya harus menunggu dan merasa tak nyaman. Saya memilih menekan speaker telepon dan meletakkannya. Lalu  saya mulai menulis dan menyusun dokumen-dokumen di kantor.

Saat Anda diperhadapkan pada kondisi menunggu, baik saat berhadapan dengan masalah, pasangan yang keras kepala, penderitaan hingga jawaban doa yang belum terjawab, Anda tentu pernah terjebak dengan kondisi yang serupa dengan saya. Tetapi adalah baik bila situasi itu disikapi dengan tindakan positif. Alih-alih rewel dan marah, kita malah akan jauh lebih produktif bila kita memilih untuk bersikap sabar dan mencoba memanfaatkan masa menunggu dengan mengerjakan hal lain yang berdampak baik bagi diri kita.

Dalam Yesaya 40: 31, firman Tuhan mengingatkan bahwa Ia akan memberikan kekuatan kepada setiap orang yang menanti-nantikan pertolongan-Nya. Dalam hal ini, Ia mengatakan bahwa Ia terlebih senang dengan orang-orang yang panjang sabar.

 

Kesabaran bukan hanya berbicara tentang menunggu tetapi lebih berfokus kepada sikap dan cara menghadapinya.

Ikuti Kami