From Zero to Zero
Kalangan Sendiri

From Zero to Zero

Lori Official Writer
      4435
Show English Version

Rut 1 16

Tetapi kata Rut: "Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku.

 

Bacaan Alkitab Setahun: [kitab]Mazmu110[/kitab]; [kitab]IPetr2[/kitab]; [kitab]Yehez29:1-16[/kitab]

Orang bijak berkata bahwa hidup adalah pilihan. Dan kita kerap diperhadapkan dengan pilihan- pilihan yang dilematis. Semua seakan- akan segera harus dilakukan, harus segera diselesaikan. Dan ketika kita sudah memutuskan, kita juga kadang tak tahu apakah pilihan kita benar atau tidak, menguntungkan atau merugikan, menyelesaikan masalah atau justru membuat masalah baru dan berbagai kemungkinan lainnya. Dan biasanya keputusan yang kita ambil menyangkut masa depan kita, orang- orang terdekat kita.

Demikian yang terjadi pada Rut dan Orpa, kedua menantu Naomi setelah kepergian suami masing-masing. Naomi sebagai mertua, tetap memberi kebebasan menentukan masa depannya, apakah memilih pulang ke daerah asal mereka dan  menemukan pasangan baru yang akan jadi pelindung mereka. Orpa menerima putusan itu, tetapi Rut memilih sebuah kemungkinan baru tinggal di daerah asal mertuanya. Keputusan Orpa adalah untuk masa depannya sendiri, sedangkan keputusan Rut mengikuti Naomi untuk memelihara kehidupan hari tua Naomi.

Sungguh kasih yang luar biasa. Rut mempertaruhkan masa depannya dan mengesampingkan kebutuhannya. Tahukah Rut dengan resiko pilihannya? Tentu saja. Karena kembali ke tanah leluhur Naomi berarti kecil kemungkinan untuk bertemu dengan pria yang mau mempersuntingnya sebagai istri. Karena dalam tradisi orang Yahudi yang sangat jarang menikah dengan orang asing. Namun Alkitab mencatat, perempuan Moab ini bahkan bertemu dengan Boas yang kemudian mempersuntingnya. Dari sanalah Tuhan merencanakan pilihan sulit Rut menjadi bagian dari sejarah penting orang Yahudi dan ia dikenal menjadi leluhur Yesus Kristus.

Awalnya pilihan itu memang sulit. Dan sering kali kita tak tahu apa resiko atau tujuan dibalik pilihan yang kita ambil. Namun Ia adalah Allah yang maha tahu dan menolong kita dalam setiap pilihan yang kita buat, bahkan ketika kita tahu pilihan itu berarti kita kembali ke titik nol.

Memilih berarti siap menerima resiko kembali ke titik nol.

Ikuti Kami