Pandangan Anak, Saat Bersaing Dengan Gadget

Pandangan Anak, Saat Bersaing Dengan Gadget

Theresia Karo Karo Official Writer
3218
Masa kini, gadget termasuk dalam kebutuhan primer manusia. Bahkan satu orang bisa memiliki lebih dari satu gadget dan beberapa diantaranya merasa tidak dapat lepas dari benda yang satu ini. Alasan lainnya yang sering muncul adalah untuk menjawab kebutuhan akan akses cepat dalam mencari informasi, berkomunikasi, dan menunjang kelangsungan pekerjaan kantor.

Yang cukup disayangkan adalah kehadiran gadget ternyata juga mempengaruhi hubungan antara orang tua dan anak. Sebuah riset berjudul ‘State of the Kid’ menunjukkan pandangan anak-anak terhadap orang tua yang merasa tersaingi dengan ‘gadget.’

Dilansir dari situs Highlight, terungkap bahwa 62% anak merasa ayah dan ibu teralihkan perhatiannya atau fokus pada hal lain saat mereka berbicara dan mengobrol. Penelitian ini leibatkan 1.521 responden yang terdiri dari anak laki-laki dan perempuan dengan rentang usia 6 hingga 12 tahun.

Riset tahunan yang dilakukan Highlight for Children menemukan delapan hal yang mengalihkan perhatian orangtua. Yang pertama adalah ponsel atau gadget; kedua, kehadiran adik atau kakak; ketiga, pekerjaan; keempat, televisi; kelima, berbicara dengan orang lain; keenam, komputer atau laptop; ketujuh, memasak dan terakhir pekerjaan rumah.

Dilanjutkan dengan pertanyaan, kapan waktu terbaik bila responden ingin berbicara mengenai hal penting kepada orangtua. Hasilnya adalah sebanyak 33% sepakat menyebutkan saat makan malam merupakan waktu terbaik. Salah satu responden berusia tujuh tahun mengatakan, “Aku tahu mereka akan mendengarkan ketika mereka berhenti melakukan hal lain dan memperhatikanku.”

Yang mengagetkan adalah hanya 7% anak yang mengatakan orangtua mereka dapat bebas dari gadget kapanpun. Sisanya, mereka mengungkapkan bahwa orangtua dapat lepas dari gadget, yakni pada saat makan malam, tidur, dan menyetir mobil.

Riset ini juga memberikan pertanyaan yang kepada responden perihal pendapat mereka saat orang tuanya kehilangan ponsel. Dan jawaban mereka adalah, “Ayahku bisa jadi gila,” ungkap seorang responden perempuan berusia enam tahun. Sedangkan seorang bocah laki-laki berusia 10 tahun mengatakan, “Mereka akan mencarinya dan memintaku membantu. Kalau mereka tidak bisa menemukannya setelah beberapa waktu lama, mereka akan membeli yang baru.” The last one, seorang responden menjawab bahwa orangtua akan lebih perhatian pada ponsel yang hilang dibandingkan dirinya.

Parents, inilah pandangan anak-anak terhadap orang tua mereka. Meskipun ini dilakukan pada sebagian kecil anak, setidaknya ini dapat mewakili kondisi hubungan anak dan orang tua saat ini. Sehingga penting bagi para orang tua untuk melepaskan diri sejenak dari ponsel atau gadget dan menggantinya dengan quality time bersama keluarga.
Sumber : Detik/Jawabam.com by tk

Ikuti Kami