Stress Picu Kambuhnya Asma

Stress Picu Kambuhnya Asma

Lori Official Writer
1234358
Asma adalah salah satu bentuk peradangan kronis yang umum terjadi pada saluran napas yang ditandai dengan gejala yang bervariasi, berulang dan tersumbatnya saluran napas. Biasanya ditandai dengan mengi, batuk, dada terasa berat dan sesak napas.

Banyak orang yang beranggapan bahwa asma rentan disebabkan oleh faktor lingkungan dan genetik. Namun, faktor psikologi seperti stress ternyata sangat berpengaruh pada kambuhnya asma. Para peneliti menyatakan menemukan bahwa dalam lingkungan yang penuh dengan tekanan, seperti ujian sekolah, debat terbuka, konflik keluarga, bencana alam, pemecatan akan lebih mudah menyebabkan serangan penyakit asma.

Saat menghadapi stress, maka tubuh akan memproduksi histamine dan leukotrin dalam jumlah besar. Reaksi ini akan menyebabkan otot-otot di sekitar saluran napas mengalami penengangan yang memicu timbulnya serangan asma. Penderita asma bahkan mengalami kondisi asma yang lebih buruk bila diperhadapkan pada kondisi tekanan mental yang berat. Saat dalam kondisi stress, penderita akan bernapas lebih berat, cepat dan pendek. Bila penderita tidak dapat mengontrol cara bernapas dengan baik, maka kemungkinan asma akan kambuh.

Namun di sisi lain, asma dan stress adalah gangguan kesehatan yang saling berkaitan. Stress dapat memicu kambuhnya asma, begitu juga saat asma kondisi psikologi seseorang akan cenderung tidak stabil. Sehingga diperlukan cara untuk dapat menghindari stress dan asma. Seperti dikutip dari Webmd.com, cara efektif untuk menghindarkan diri dari serangan stress adalah dengan minimalisir serangan beban pikiran, mengurangi sumber stress, menghindari stress berat serta melatih diri agar asma tak mudah kambuh.

Selain menyebabkan asma, stress juga dapat menyebabkan sistem imun melemah dan menyebabkan mudahnya tubuh terserang beragam penyakit. Bila Anda adalah salah satu yang rentan dengan serangan stress, jangan biarkan gangguan tersebut semakin memperparah kondisi kesehatan Anda.

Sumber : Vemale.com/Webmd.com/ls
Halaman :
1

Ikuti Kami