Berani Mengubah Budaya
Sumber: Edublogs.org

Kata Alkitab / 15 September 2014

Kalangan Sendiri

Berani Mengubah Budaya

Lori Official Writer
4433

Era demokrasi Indonesia saat ini diakui tampak sangat berbeda dari sebelumnya. Masyakarat sudah semakin cerdas memilih pemimpin yang pro-rakyat. Suasana ini mulai muncul sejak kehadiran pemimpin-pemimpin muda yang mengaku terpanggil untuk melayani masyarakat dengan segala daya.

Banyak orang yang mengakui kehadiran sosok seperti Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama telah membawa angin segar bagi masa depan bangsa yang lebih baik. Alasannya, karena keduanya berani melakukan hal berbeda; mengubah budaya lama yang sudah tak lagi populer dan menata masa depan kota yang dipimpinnya dengan cara yang berbeda.

Alkitab mencatat bahwa Yesus adalah pribadi yang berani, tegas dan radikal. Terutama menyangkut soal kebenaran. Sepanjang perjalanannya menyelamatkan dunia, Ia tegas mengajar kebenaran tanpa pandang bulu. Baginya, menyuarakan kebenaran dan memberlakukan kasih lebih penting daripada mencari citra diri. Ia bahkan berani menerima konsekuensi ditolak oleh banyak orang.

Dalam meneladani keberanian Yesus ini, Rasul Paulus dalam [kitab]0Roma12:2[/kitab] berpesan agar kita jangan menjadi serupa oleh dunia ini, namun hendaklah kita mengalami pembaharuan budi, sehingga dapat membedakan manakah kehendak Allah; yang baik dan yang berkenan kepada-Nya.

Agar menjadi pribadi yang diubahkan seperti itu, maka kita patut melakukan beberapa hal ini dengan benar:

# Mengubah pola pikir

Beranilah memiliki pola pikir atau cara pandang berbeda dari orang lain. Seseorang yang berbeda akan melihat hal-hal dihadapannya dengan sudut pandang yang kreatif. Bila suatu sistem atau kebijakan yang buruk sudah mengikat atau membudaya, maka seorang yang berpandangan berbeda akan mencoba mengubah hal itu menjadi suatu hal yang baru. Sikap Yesus yang melanggar hukum Taurat menjadi bukti bahwa Ia ingin meluruskan pandangan salah tentang perintah Allah. (baca [kitab]Matiu5:17-48[/kitab]).

# Berani terima konsekuensi

Seseorang yang melakukan tindakan benar seringnya mendapat penolakan dari pihak lain. Hal inilah yang harus kita terima bila ingin menjadi berbeda dari orang lain. Berbeda dalam artian melakukan sesuatu yang jarang dilakukan orang lain dan berkenaan dengan kepentingan orang lain. Yesus pun mengalami hal serupa, Ia mengungkapkan rasa penolakan yang diterimanya dalam [kitab]Markus 6:4[/kitab].

# Pantang menyerah

Saat kita sudah memulai jalan yang berbeda dari orang lain, percayalah bahwa saatnya orang-orang akan mengikuti/ meniru apa yang kita lakukan. Kita tak perlu berhenti atau putus asa karena mendapat beragam penolakan atau beban mental yang terus mendera bertubi-tubi. Firman Tuhan mengatakan bahwa kita adalah kepala bukan ekor. Sehingga tak ada alasan untuk berhenti di tengah jalan dan memilih untuk mengikuti arus. Yesus pun tahu Ia akan menjalani proses penyalipan yang sangat menyakitkan, ada rasa takut namun hanya sejenak.

# Belajar tegas

Tegas adalah salah satu sikap Yesus saat harus berhadapan dengan orang-orang yang mencoba menjatuhkan-Nya. Ia tak segan-segan menampik setiap perkataan yang tidak membangun iman sekalipun hal itu diucapkan oleh murid-murid-Nya. Yesus sebagai guru sekaligus Tuhan menunjukkan ketegasan-Nya dengan berani menyatakan pemahaman yang benar (baca [kitab]Matiu16:22-23[/kitab]).

Dalam sebuah program televisi baru-baru ini, saya tertarik mengikuti acara tersebut lantaran menampilkan sejumlah pejabat negara yang berani ‘Melawan Arus’. Dalam perjalanan karirnya, mereka berani mengorbankan jabatan dan popularitas demi memerangi tindakan yang salah serta berani berdiri demi kebenaran. Kita sebagai umat kepunyaan Allah pun diajak untuk berani mengubah budaya yang sudah rusak dan mengantinya dengan budaya baru yang berpihak pada kehendak Tuhan.


Baca Juga Artikel Lainnya:

Self Control

Shawn McDonald

Tak Ada kata Mustahil!

Orang Tua Model Terbaik Anak

12 Ayat Alkitab Ungkapan Syukur yang Perlu Diketahui


Sumber : jawaban.com/ls
Halaman :
1

Ikuti Kami