Bagi Rio Prabowo Narkoba Adalah Pas

Bagi Rio Prabowo Narkoba Adalah Pas

Puji Astuti Official Writer
7581

Sejak mengalami kekecewaan ditinggal kekasih dan adik yang memutuskan menikah terlebih dahulu, Rio Prabowo kemudian mengalihkan kesedihannya dengan penggunaan narkoba dan seks bebas. Baginya, narkoba adalah pasangan sejati dan wanita hanya sebagai pemuas nafsu belaka. Kesenangan ini menurutnya dapat mengobati luka hati dan kekecewaan yang dirasakannya. Ditambah dengan dukungan teman-teman sekerjanya yang akrab dengan kehidupan malam, semakin membuat Rio sering kumpul di klub dan hidup bebas.

Awalnya Rio menggunakan ekstasi, selanjutnya berkembang menjadi shabu-shabu. Bangun tidur, makan siang, dimanapun ada kesempatan Rio tidak lupa untuk memuaskan candunya. Dengan menggunakan narkoba, Rio merasa bisa melupakan masalahnya. Lekat dengan kehidupan malam, kemudian menjadi ajang mencari kesenangan dari perempuan. Baginya, pesta seks dan bertukar pasangan adalah hal yang biasa.

Hingga satu saat ditempat kerja, Rio bertemu dengan seorang wanita bernama Lisa. Sosoknya yang cantik dan periang, berhasil menarik perhatian Rio. Pendekatan dan hubungan mereka berlanjut hingga Rio memberanikan diri melamar kekasihnya tersebut. Mendengar hal tersebut Lisa bukannya bahagia, melainkan meragukan Rio. “Apakah sosok playboy seperti Rio dapat berkomitmen,” pikir Lisa. Berangkat dari keraguan inilah akhirnya Lisa menantang Rio untuk meyakinkannya. “Ditantang seperti itu, ego saya bangkit dan saya menunjukkan keseriusan saya, ungkap Rio” Berhasil, akhirnya pada tanggal 10 Oktober 2010, keduanya resmi menikah.

Seminggu setelah mereka menikah, undangan ke klub malam mulai kembali gencar dilakukan teman-teman Rio. Karena keduanya menyukai musik, akhirnya Lisa dan Rio menyanggupi. Sesampainya disana pasangan yang baru menikah ini kemudian ditawari narkoba dan Lisa pun terjerumus. Rio merasa bahagia, mulai sombong dan merasa di puncak dunia lagi. Hingga datanglah tawaran dari teman untuk menjadi pengedar narkoba. Mendengar hal tersebut, Lisa marah dan tidak setuju Rio menjadi bandar narkoba. Pemakai narkoba masih bisa ditolerir olehnya, tetapi lain hal dengan menjadi pengedar. Pertengkaran itu kemudian berujung dengan kepulangan Lisa ke rumah orangtuanya.

Tidak ambil pusing, Rio kemudian menghubungi teman perempuannya untuk datang kerumahnya. Lama ditunggu, ternyata teman perempuannya itu tidak jadi datang. Justru tamu lain yang datang kerumahnya. Adalah seorang pria paruh baya bernama Pak Tarno, yang dulu sempat melakukan wawancara kerja. Pak Tarno ini kemudian bertanya keberadaan istri Rio. Diapun jujur menceritakan bahwa sedang bermasalah dengan istri dan sedang menunggu teman wanitanya.

Tanpa disangka pak Tarno berkata, “Artinya sampai sekarang Pak Rio dilindungi roh kudus.” Kata-kata ini seketika membuat Rio merinding, bahkan hingga saat ini. Dalam hati dia berpikir, bagaimana mungkin dirinya yang seperti ini dilindungi roh kudus? Tidak berhenti di situ pak Tarno kemudian menyarankan untuk mengajak Lisa kembali ke ajaran Yesus. “Ada tiga hal, yakni Allah itu kasih, kedua mencintai sesama dan tetap bersyukur.

Sesudah kunjungan tersebut, besoknya Rio memutuskan untuk berangkat ke rumah mertuanya untuk berbicara kepada Lisa dan mengajaknya pulang. “Saya mengatakan apa yang dikatakan Pak Tarno mengenai mengikut Yesus,” ungkap Rio. Lisa pun kaget dengan perubahan suaminya. Yang sebelum emosi, Lisa justru merasa seperti hantaman yang menyejukkan di hatinya. Terharu, Lisa kemudian melihat suaminya, untuk mamastikan apakah dia benar serius berbicara seperti itu. “Saya tatap matanya dan saya lihat ada damai di wajahnya.” Mereka akhirnya berdamai dan setuju untuk pulang kerumah.

Malamnya setelah melihat istrinya tertidur, Rio pergi ke teras dan melihat langit. “Sambil berdoa saya mengucap syukur ke Tuhan, terima kasih Tuhan Yesus, Nama-Mu besar kuasanya.” Kepulangan Lisa, merupakan mujizat terbesar yang terjadi di keluarganya. Setelah kejadian itu, kehidupan rumah tangga mereka masih sering jatuh bangun. “Kami masih jatuh dalam dosa, masih memakai narkoba sesekali, masih ke klub malam. Jujur meninggalkan kebiasaan buruk dan narkoba ini berat sekali pada saat itu.”

Akhirnya dengan tekad yang kuat dan meminta pertolongan dari Tuhan, perlahan akhirnya pasangan ini bisa benar-benar lepas dari semua godaan narkoba. Lisa mengatakan “Saya bersyukur kepada Tuhan yang sudah mengubahkan Rio, bukan hanya dia dan juga saya. Bahkan dosa-dosa kami Dia ampuni dan kehidupan kami sekarang peroleh kehidupan yang damai sejahtera.” Bagi Rio, Isa Almasih adalah juruselamat, Dia adalah Tuhan yang hidup. Dia adalah sumber pengharapan dan pengampunan, dan hanya di dalam Dia kita beroleh kehidupan yang kekal.

Jika anda mengalami masalah serupa dan membutuhkan bantuan doa atau konseling, bisa langsung menghubungi nomor Solusi di 081.708.317.017 dan 899-21345. Atau bisa juga dengan menghubungi konseling chatting di link INI! Tuhan Memberkati.

 

Sumber Kesaksian:

Rio Prabowo

Sumber : Rio Prabowo
Halaman :
1

Ikuti Kami