Koin Penyok

Koin Penyok

Lori Official Writer
5585

Sebuah koin penyok ditemukan oleh seorang laki-laki yang morat-marit dengan perasaan putus asa saat menyusuri jalanan sepi. Koin tua itu pun dipungut sembari menggerutu kecewa. “Uh, hanya sebuah koin kuno yang sudah penyok”.

Meski begitu, ia berinisiatif menukar koin itu ke bank. Sayangnya, teller bank menganjurkan laki-laki itu membawa koin ke kolektor uang kuno. Kali ini, ia beruntung karena koin penyok itu dihargai senilai 30 dollar. Sontak hatinya riang gembira, karena dengan itu ia bisa membuatkan sang istri sebuah rak.

Lalu saat melewati sebuah toko perkakas, ia melihat beberapa lembar kayu dan membelinya seharga 30 dollar. Sembari memangkul kayu, ia melewati sebuah bengkel pembuat mebel. Mata pemilik bengkel tampaknya tertarik dengan kayu bermutu laki-laki itu. Sehingga ia menawarkan lemari seharga 100 dollar. Ia pun segera setuju dan membawa lemari pulang dengan gerobak.

Di tengah perjalanan, dia melewati perumahan baru. Saat melihat lemari itu, seorang wanita pun menghampirinya dan berniat membeli lemari itu. Awalnya ia tampak ragu-ragu, sehingga si wanita menaikkan harga menjadi 250 dollar. Merasa tergiur dengan harga tinggi itu, si laki-laki pun setuju dan mendapat uang tunai kembali.

Sialnya, saat berjalan menuju desa sembari menghitung lembaran uang yang baru ia dapatkan dengan gembira, tiba-tiba seorang perampok keluar dari semak-semak, mengancam dengan senjata tajam dan merampas uang yang ia pegang.

Saat itu, sang istri kebetulan tengah lewat dan melihat sang suami yang kelihatan dalam keadaan sulit. Lalu bertanya, “Apa yang terjadi? Engkau baik-baik saja kan? Apa yang diambil oleh perampok tadi?”. Dengan mengangkat bahu, ia menjawab, “Oh ..bukan apa-apa. Hanya sebuah koin penyok yang kutemukan tadi pagi”.

Pembelajaran moral yang kita dapatkan dari cerita ini adalah kita lahir dengan tidak membawa apapun dan mati dengan tidak membawa apapun. Tuhan menyediakan segala sesuatu yang kita butuhkan secara kreatif dan ajaib. Mari bersyukur atas segala karunia hidup yang telah Tuhan berikan pada kita hari lepas hari.

Sumber : Renungan-harian.com/jawaban.com/ls
Halaman :
1

Ikuti Kami