Bahas Ketua DPR, Truk Pendukung Prabowo Disita?

Nasional / 22 August 2014

Bahas Ketua DPR, Truk Pendukung Prabowo Disita?

Theresia Karo Karo Official Writer
2797

Partai koalisi pendukung Jokowi-Jusuf Kalla, kemarin (21/8) mengadakan rapat internal. Pertemuan yang  berlangsung di Kantor DPP PDI-P Lenteng Agung ini dilangsungkan untuk membahas kandidat ketua DPR. Terlihat, seluruh pengurus pusat termasuk Megawati Soekarnoputri turut hadir. Rapat yang dimulai pukul 13.00 WIB telah menyiapkan sejumlah nama calon pimpinan dewan termasuk DPRD tingkat I dan II.

Belakangan santer nama Puan Maharani yang menjadi kandidat kuat menjadi calon ketua DPR. Hal ini diperkuat dengan wawancara Sekjen PDI-P Tjahjo Kumolo yang   membenarkan Puan sebagai calon Ketua DPR. “Sampai hari ini, partai melalui Ketua Umum (Megawati Soekarnoputri) menyiapkan empat nama. Ukurannya bukan suara terbanyak di daerah, tetapi ada kriterianya. Memang muncul nama Ketua Bidang Politik Puan Maharani, tapi kita masih tunggu proses di MK (Mahkamah Konstitusi),” jelasnya.

Hal yang kontras terlihat massa pendukung Prabowo. Pasalnya pendukung Prabowo harus dibubarkan paksa oleh pihak kepolisian. Tidak berhenti di situ polisi juga menyita tiga truk pendukung. Peristiwa ini terjadi setelah pendukung Prabowo memaksa untuk menembus barikade Polisi di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Keterangan ini dibenarkan oleh Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto. “Iya benar, ada tiga truk. Kendaraan tersebut digunakan massa untuk menembus penjagaan,” ungkapnya.

Disinyalir, truk yang disita digunakan untuk merusak kawat duri yang dipasang sebagai aksi pengamanan oleh pihak kepolisian. Oleh sebab itu Polisi harus melakukan pembubaran paksa menggunakan gas air mata dan water cannon. Baru setelah itu, pendukung Prabowo menyebar dan meninggalkan barisan pengamanan Polisi. Saat itulah mereka menyita ketiga truk tersebut.

Penting untuk diingat bahwa persatuan dan kesatuan adalah pondasi utama sebuah negara. Alangkah baiknya bila pemimpin terlebih dulu memberi contoh yang baik bagi pendukungnya. Demokrasi memang memberi kebebasan untuk menyampaikan pendapat, tetapi tetap harus mematuhi etika publik. Sebagai bagian dari bangsa Indonesia, mari tetap memelihara perdamaian.

 

Baca Juga:

Pandangan PGI dan Menkes Atas Pelegalan Aborsi

CT: Kesuksesan Ditentukan Mitra Kerja, Kepercayaan dan Kesabaran

Studi: Tidak Perlu Menenangkan Diri Saat Gugup

5 Alasan Anak Melanggar Peraturan Keluarga

David Dunn Tularkan Sukacita di Today Is Beautiful

 

Sumber : Kompas/Tribunnews.com by tk
Halaman :
1

Ikuti Kami