Bahagia Adalah Pilihan Dalam Kehidupan

Bahagia Adalah Pilihan Dalam Kehidupan

Puji Astuti Official Writer
3167

Beberapa kali saat penulis sedang berada di Bank, penulis ditanya oleh pegawai Bank, "Apa Kabar Pak?", "Bapak kelihatan sangat bahagia". Penulis menjawab, "Ya, hidup saya sangat diberkati, dan saya sangat bahagia". Kemudian pegawai Bank tersebut menjawab "Are you being sarcastic"? Penulis menjawab, "Oh, saya sama sekali tidak sarkastik". "Anda sangat diberkati dan bahagia?” pegawai Bank tersebut berkomentar. Penulis menjawab dengan pasti, "Ya, saya sangat diberkati dan hidup saya bahagia." Bapak pegawai Bank tersebut memandang penulis dengan pandangan yang penuh dengan tanda tanya sebagai pertanda bahwa ia ingin mengetahui rahasia kebahagiaan tersebut. Penulis kemudian tersenyum dan mengatakan "kebahagiaan adalah sebuah pilihan yang saya ambil sejak bangun pagi tadi dan hidup saya sangat diberkati karena saya memiliki seorang isteri yang baik, seorang putri yang cantik yang takut akan Tuhan dan saya diberkati karena dapat berjumpa dengan Anda". Bapak tersebut kemudian berkata, "Ya, Bapak benar, kebahagian itu adalah sebuah pilihan yang harus kita ambil".

Tahukah anda hidup kita ini selalu diperhadapkan dengan banyak pilihan. Anda dapat memilih untuk segera bangun, saat weker yang anda setel berbunyi atau Anda dapat memilih untuk terus tidur dengan mematikan weker tersebut. Jika Anda memilih untuk terus tidur dengan mematikan weker yang Anda setel, maka penulis ingin bertanya, kenapa Anda memilih untuk menyetel weker pada awalnya jika Anda memilih untuk terus tidur? Anda dapat memilih tempat Anda berlibur, apakah Anda ingin menghabiskan waktu Anda saat Anda berlibur di pantai atau di pegunungan? Anda dapat memilih untuk tersinggung karena sebuah perkataan yang dilontarkan kepada Anda atau Anda memilih untuk menanggapi perkataan tersebut dengan humor dengan mengubah perkataan tersebut menjadi sebuah lelucon. Apakah Anda masih ingat saat Anda berjanji untuk membahagiakan calon isteri / suami Anda? Apakah kemarahan dapat dipakai sebagai landasan untuk membahagiakan isteri / suami Anda?

Jika Anda meningkatkan kesadaran diri Anda sendiri (Selfawareness) dengan jalan meningkatkan kesadaran akan keberadaan status emosi Anda setiap saat, serta meninggkatkan proses berpikir Anda, maka penulis berkeyakinan bahwa Anda pasti mampu mengontrol emosi Anda untuk tidak meledak dengan pola berpikir yang bijaksana. Jika Anda dikuasai oleh emosi yang tidak baik, maka Anda tidak dapat berpikir secara jernih. Jika Anda tidak dapat berpikir secara jernih maka Anda sesungguhnya sedang terperangkap dalam emosi kemarahan yang meluap dan Anda secara otomatis mengikuti petunjuk emosi Anda, dan Anda sedang menuju jurang kehancuran. Karier Anda akan hancur, rumah tangga Anda akan hancur, persahabatan Anda dengan teman-teman dilingkungan dimana Anda berada akan hancur karena Anda menghadapi orang-orang disekeliling Anda bukan dengan akal sehat yang jernih tapi dengan emosi yang disertai dengan kemarahan yang meluap-luap.

Jika Anda tidak dapat mengontrol emosi Anda dan Anda memilih untuk mengikuti emosi Anda, maka keluarga Anda, orang-orang yang dekat dengan Anda akan menjadi sasaran kemarahan Anda. Jika Anda berhenti sejenak dan bertanya dengan akal sehat, apakah Anda layak marah sedemikian rupa dan apakah ini memang merupakan pilihan Anda? Maka Anda akan menemukan jawaban bahwa Anda tidak selayaknya marah, karena dengan kemarahan yang anda tunjukkan sesungguhnya Anda sedang kehilangan kesempatan untuk mengasihi. Tuhan dalam Yunus 4:9 (TB) bertanya kepada Yunus, "Layakkah engkau marah karena pohon jarak itu?" Jawabnya: "Selayaknyalah aku marah sampai mati." Apakah Anda dapat melihat bagaimana Yunus memilih untuk mengikuti emosinya? Tuhan mengajak Yunus berhenti sejenak dan berpikir dengan akal sehat yang jernih, namun Yunus menolak. Dalam ayat-ayat selanjutnya Tuhan mengajak Yunus menggunakan akal sehatnya yang jernih,  10Lalu Allah berfirman: "Engkau sayang kepada pohon jarak itu, yang untuknya sedikitpun engkau tidak berjerih payah dan yang tidak engkau tumbuhkan, yang tumbuh dalam satu malam dan binasa dalam satu malam pula.  11Bagaimana tidak Aku akan sayang kepada Niniwe, kota yang besar itu, yang berpenduduk lebih dari seratus dua puluh ribu orang, yang semuanya tak tahu membedakan tangan kanan dari tangan kiri, dengan ternaknya yang banyak?"

Bukankah pengajaran yang Tuhan berikan kepada nabi Yunus ini juga merupakan sebuah pelajaran bagi kita sekalian? Apakah Anda dapat melihat bahwa Tuhan sedang mengajak Yunus untuk berhenti memberi makan kepada kehendak emosinya dan mengajak Yunus untuk berpikir secara sehat dalam mencari penyebab yang menimbulkan kemarahan dalam hatinya. Jika Anda dapat mengenali penyebab kemarahan Anda, maka Anda juga dapat memilih untuk tidak kehilangan tali kendali karena terbawa arus emosi. Sebaliknya Anda tetap dapat memilih untuk tinggal tenang, karena dengan tinggal tenang terletak kekuatan Anda yang mempercayakan segala-galanya kepada Tuhan, dan Anda tetap akan bahagia. Jika Anda bahagia maka seluruh keluarga Andapun pasti akan berbahagia. Jika Anda memilih untuk marah, maka seluruh keluarga Andapun turut menderita karena perilaku Anda, dengan demikian tali kendali kebahagiaan itu sendiri berada ditangan Anda, karena itu jangan hilangkan kesempatan untuk senantiasa hidup bahagia. Semoga bermanfaat dan boleh menjadi berkat. Tuhan memberkati.

Penulis

Rev.Dr. Harry Lee, MD.,PsyD

Gembala Restoration Christian Church di Los Angeles - California

www.rccla.org

Sumber : Rev. Dr. Harry Lee, MD.,PsyD
Halaman :
1

Ikuti Kami