Revisi MD3, PDIP Berencana Petisi Mahkamah Konstitusi

Nasional / 12 July 2014

Revisi MD3, PDIP Berencana Petisi Mahkamah Konstitusi

Theresia Karo Karo Official Writer
3428

Terdapat enam fraksi yang mendukung perubahan UU no.27/2009 yang menyangkut kedudukan MPR, DPR, DPD dan DPRD (MD3). Terkait hal ini, Ketua Bidang Hukum DPP PDI Perjuangan, Trimedya Panjaitan menengarai ada parpol yang khawatir bila partainya memimpin DPR RI.

"Ada enam fraksi yang mendukung capres lain memaksakan mengubah pasal dalam UU MD3 dan membuat paket pimpinan DPR maupun paket pimpinan komisi serta alat kelengkapan dewan,” ungkapnya saat ditemui di gedung MPR (10/7). Enam fraksi yang mendukung antara lain Golkar, Demokrat, PKS, PAN, PPP, dan Gerindra. Sedangkan PDIP, Hanura dan PKB walk out dari proses pemungutan suara karena kalah jumlah suara.

Menurut Anggota Komisi III DPR RI ini, perubahan pasal tersebut disinyalir bertujuan agar PDIP kalah suara di DPR RI dan tidak menduduki jabatan apapun. Hal ini dianggap Trimedya bukan sikap negarawan melainkan tirani mayoritas.

“Pada pemilu legislatif 2009, PDI Perjuangan menghargai partai pemenang pemilu untuk menjadi ketua DPR. Saat ini, partai lain juga harus menghargai PDI Perjuangan sebagai partai pemenang pemilu,” tegasnya.

Tidak tinggal diam, PDIP akan segera mengajukan gugatan materi UU MD3 yang baru direvisi ke Mahkamah Konstitus (MK). Harapannya agar MK memiliki sikap yang konsisten dan dapat mengabulkan gugatan uji materi. Trimedya juga menjelaskan di negara lainnya, penentuan Ketua DPR RI berasal dari partai pemenang Pemilu.

Mengetahui ini, seorang aktifis Melany Tedja mendukung uji materi UU MD3 dengan mengajukan petisi lewat situs Change.org Jumat (11/7). Sehingga, media sosial ramai dengan petisi yang mengisyaratkan agar MK melakukan uji materi. Hingga saat ini, gerakan yang berjudul “Mempetisi Judicial Review Terhadap Revisi UU MD3”, sudah mencapai lebih dari 10.000 tanda tangan.

 

Baca Juga:

Laga Ujicoba, Timnas U-23 Bertolak ke Italia

Shakira dan Santana, Dipastikan 'Tutup' Piala Dunia 2014

Tangani Hipertensi dengan 8 Bahan Makanan Ini!

Alejandro Sabella: "Jerman Selalu Sulit Diatasi"

Kantor Survei JSI Diteror Bom Molotov

Sumber : Antaranews/Detik.com by tk
Halaman :
1

Ikuti Kami