Serangan di Gaza Makin Intens, DK PBB Adakan Pertemuan Darurat

Serangan di Gaza Makin Intens, DK PBB Adakan Pertemuan Darurat

Theresia Karo Karo Official Writer
2847

Sampai hari ini pertikaian antara Palestina dan Israel belum memberikan tanda-tanda kedua negara akan berhenti saling melemparkan serangan. Kekerasan yang terjadi antar dua negara ini dipicu oleh penculikan tiga remaja Israel di Gaza bulan lalu dan pembunuhan balasan yang dilakukan atas seorang remaja Palestina. 

Situasi di Jalur Gaza semakin memanas. Dewan Kemanan Perserikatan Bangsa Bangsa segera mengadakan pertemuan darurat yang diadakan hari ini Kamis (10/7). Pembicaraan ini akan dimulai pada pukul 10.00 waktu setempat atau 21.00 WIB nanti. Dalam pertemuan darurat ini turut melibatkan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon.

Ban Ki-Moon menyampaikan kekhawatirannya terhadap gelombang kekerasan yang menghantan Gaza, Israel bagian selatan, dan Tepi Barat termasuk Yerusalem Timur. “Ini adalah ujian paling kritis bagi kawasan (Timur Tengah) dalam beberapa tahun terakhir.”

”Gaza saat ini berada di ujung tanduk. Situasi yang terus memburuk ini dalam terus menjadi spiral yang dapat dengan cepat tidak terkontrol oleh siapapun," ungkapnya.

Untuk mengantisipasi semakin besarnya pertikaian, DK PBB juga akan menggelar sesi konsultasi tertutup yang melibatkan 15 anggota Dewan Keamanan PBB. Pertemuan ini berlangsung atas permintaan para utusan negara-negara Arab di PBB.

Puluhan bangunan dan tempat di Gaza yang menurut Israel dipakai oleh kelompok militant Hamas menjadi sasaran pesawat-pesawat tempur Israel. Mark Regev, jurubicara untuk Perdana Menteri Israel,  Benyamin Netanyahu mengungkapkan pesawat tempur ini digunakan untuk melindungi rakyat Israel. “Tujuan kami, terutama adalah untuk melindungi rakyat Israel dan mengakhiri peluncuran roket-roket dari Gaza ke arah warga kami,” jelasnya.

Hamas menyatakan kalau pihaknya akan berhenti mengirimkan roket ke Israel, apabila Israel menghentikan serangan-serangan udara di Gaza. Berdasarkan data yang dihimpun dari badan layanan darurat Ashraf al-Qudra menyampaikan hampir 500 orang menjadi korban yang terluka. Dan dua hari terakhir serangan antara Palestina dan Israel telah menewaskan 50 orang.

 

Baca Juga:

Laga Ujicoba, Timnas U-23 Bertolak ke Italia

Sofjan Wanandi: Kelompok Minoritas Jangan Takut Milih

Jelang Pilpres, Jakarta Terima 17 Teror

Shakira dan Santana, Dipastikan 'Tutup' Piala Dunia 2014

KWI Imbau Umat Katolik Dukung Presiden Terpilih

Sumber : Metrotvnews/Tribunnews.com by tk
Halaman :
1

Ikuti Kami