Berkorban Demi Rekan, Tubuh Kyle Carpenter Rela Hancur

Nasional / 17 June 2014

Berkorban Demi Rekan, Tubuh Kyle Carpenter Rela Hancur

Lori Official Writer
8116

William Kyle Carpenter kehilangan bola mata kanan, sebagian gigi, gendang telinga yang pecah,  lengan kanan patah dan peluru-peluru di bagian tubuhnya. Kesempatan hidup bahkan hampir tak lagi ada, namun suatu keajaiban dialami Marinir Muda Amerika yang dikirim ke tanah Afghanistan ini.

 

“Saya merasa seperti air hangat sedang dituangkan ke seluruh tubuhku dari darah yang mengalir,” kenang Carpenter saat kejadian dimana dirinya merasa hampir mati akibat ledakan bom di distrik Marjah Afghanistan pada 21 November 2010, seperti dirilis Usatoday.com, Senin (16/6).

 

“Saya terus mencoba memberitahu mereka bahwa saya akan mati. Saya tidak akan berhasil (keluar dari Afghanistan),” kata pria berusia 24 tahun ini mengenang kalimat terakhir yang diucapkannya sebelum pingsan.

 

Saat itulah alam sadarnya membawanya beralih pada orang tua dan rumah. Timbul penyesalan dalam dirinya. Sebab kematiannya tentu akan menghancurkan hati orang-orang yang ia cintai. “Itu membuat saya sedih karena saya berpikir betapa hancur dan marahnya mereka bila saya tidak bisa keluar dari Afghanistan dan tak lagi bisa melihat saya hidup. Pikiran terakhir saya adalah saya berdamai dengan Allah,” ujarnya.

 

Di detik-detik kritis itu, Carpenter sadar harus berbuat yang terbaik dan maksimal selama dirinya hidup. Tetapi kesempatan hidup masih ada. Ia kembali sadarkan diri di sebuah kamar di Walter Reed National Military Center di Bethesda tepat di musim Natal. Ia menghabiskan waktu sepanjang 2.5 tahun untuk memulihkan kondisi fisiknya.

 

Ledakan bom yang menghancurkan tubuhnya menjadi bentuk keberanian seorang marinir demi menyelamatkan rekan-rekan dari ledakan granat oleh pasukan Taliban. Atas perjuangan itu, Carpenter bakal dianugerahi Medal Penghormatan tertinggi negara oleh Presiden Amerika Serikat Barrack Obama pada  19 Juni nanti.

 

Untuk diketahui, Marinir Amerika dikirim ke Afghanistan untuk mendirikan basis patroli di daerah-daerah rawan gerilyawan Taliban demi menjamin keamanan wilayah tersebut sejak November 2010 silam.

 

 

Baca Juga Artikel Lainnya:

Televisi Masih Relevan Sampaikan Pesan Kristen

 

Bingung TPID, Prabowo Jadi Bulan-Bulanan

 

Hasto: Prabowo Spontan Dukung Program Jokowi

 

Kami Berdoa dan Bergumul Bersama Anda

 

Waspadai Beragam Perubahan Ini Dalam Bisnis

Sumber : Usatoday.com/jawaban.com/ls
Halaman :
1

Ikuti Kami