Ayah yang Mendidik dan Mendisiplin_1
Sumber: google

Pelayanan Anak / 15 June 2014

Kalangan Sendiri

Ayah yang Mendidik dan Mendisiplin_1

Hevi Teri Official Writer
2507

Pada umumnya kita selalu mengaitkan tugas mendidik anak dengan ibu, bukan dengan ayah. Ternyata di dalam Alkitab, tidak ada instruksi khusus yang diberikan kepada ibu mengenai hal mendidik anak. Sebaliknya, dua kali Paulus menitipkan pesan kepada ayah dalam kaitannya dengan tugas mendidik anak.

Mari kita lihat Efesus 6:4, "Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran (discipline) dan nasihat (instruction) Tuhan." Berikut adalah Kolose 3:21, "Hai bapa-bapa, janganlah sakiti hati anakmu, supaya jangan tawar hatinya."

Mungkin kita bertanya-tanya, mengapa perintah untuk mendidik anak ditugaskan secara khusus kepada bapa, bukan kepada ibu? Jika kita perhatikan baik-baik, Paulus tidak menugaskan ayah secara khusus. Sebenarnya Paulus hanya menitipkan pesan YANG BERHUBUNGAN dengan tugas seorang bapa. Itu sebabnya pada surat Efesus, Paulus memulai dengan pesan, "jangan bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu," baru mengakhiri dengan instruksi "mendidik dan mengajar anak. " Dan, di Kolose, Paulus memulai dan mengakhiri dengan pesan, "jangan menyakiti hati anakmu."

Jadi, dapat disimpulkan tugas mendidik dan mengajar anak berada pada pundak ayah DAN ibu sebagaimana disampaikan oleh Tuhan lewat hamba-Nya, Musa, di Kitab Ulangan 6:6-9. Dalam pelaksanaannya, Tuhan perlu menitipkan pesan tambahan kepada para bapa, tidak kepada ibu. Dan, pesan khusus ini berhubungan dengan kemarahan. Tampaknya di dalam menjalankan tugasnya, Tuhan melihat adanya kecenderungan pada ayah untuk membangkitkan kemarahan pada diri anak.

Sebagai seorang ayah, saya memperhatikan betapa mudahnya anak-anak menyimpan kemarahan kepada saya, tetapi tidak kepada istri saya. Pada kenyataannya istri saya—yang lebih banyak di rumah—lebih sering memarahi mereka. Jauh lebih jarang saya memarahi mereka. Itu sebab saya mulai mengintrospeksi diri untuk menemukan jawabannya. Ternyata ada beberapa hal tentang cara saya mendidik anak yang berpotensi membangkitkan kemarahan anak.

 

by. Pdt. Dr. Paul Gunadi

Sumber : google
Halaman :
1

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
David Fakta Alkitab Mimpi Bertemu Yesus Devotional Jawaban Siapa Yesus

Related Articles

Layanan Doa dan Bimbingan Rohani CBN Indonesia
Shalom 🙏
Terima kasih sudah mengunjungi kami.
Kami ada untuk mendengarkan, mendoakan, dan mendampingi perjalanan Anda.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?