Tepis Tudingan Hashim, Ini Jawaban Jokowi dan PDIP
Sumber: merdeka.com

Nasional / 4 June 2014

Kalangan Sendiri

Tepis Tudingan Hashim, Ini Jawaban Jokowi dan PDIP

Lois Official Writer
2522

Hashim Djojohadikusumo mengaku mengeluarkan dana sebesar Rp 52 miliar untuk pencalonan Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama sebagai gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, namun hal itu dibantah dari Jokowi dan PDIP. Jika menurut Jokowi pernyataan itu tidak berdasarkan fakta, maka pihak PDIP mengklaim hal tersebut harus dilaporkan ke KPU.

“Maaf ya, saya buka saja, saya sudah dibohongi Jokowi satu setengah tahun. Saya kenal Jokowi sejak 2008, yang biayai Jokowi kampanye itu saya, 90 persen. Saya habis Rp 52 miliar,” ujar Hashim dalam acara yang bertajuk Diskusi Publik Gereja Mendengarkan Visi Misi Capres di Sekolah Tinggi Teologia Jakarta (STTJ), Senin (2/6/2014) lalu. Karena itu, Jokowi dan PDIP buka suara. Ini penjelasan mereka :

Joko Widodo

“Ah itu sudah dibantah sama Pak Ahok juga kan. Uang yang masuk ke dalam rekening kita itu Rp 6 miliar,” ujar Jokowi di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (2/6/2014) lalu.

Namun Jokowi tidak memungkiri kemungkinan Hashim mengeluarkan dana sebesar itu, tapi kepastian apakah dana itu dikeluarkan untuk kepentingan Jokowi-Ahok masih dipertanyakan. “Mungkin bisa saja untuk mengkampanyekan kita di luar. Jangan sampai itu untuk iklan bukan iklan kita, kemudian diklaim lagi,” katanya.

Jokowi juga menyatakan bahwa Hashim seharusnya tidak perlu mengungkit hal semacam ini. Selain pendanaan bukan dari Partai Gerindra saja, hal itu wajib dilakukan Gerindra untuk membiayai Ahok, selaku kader partainya.

PDIP – Juru Bicara Tim Sukses Jokowi – JK, Hasto Kristiyanto

Hasto menyatakan dana pemenangan Pilgub DKI diperoleh secara gotong royong, terutama dari PDIP se-Indonesia. “Kita di tim kampanye Jokowi-Ahok saat Pilkada DKI siap buka-bukaan dengan Pak Hashim. Saya yakin Pak Ahok yang juga kader Gerindra bisa menjadi wasit yang baik atas kebenaran dana kampanye itu,” ujarnya.

Selain itu, Hasto menilai justru Hashim telah melemparkan bumerang. Menurutnya, mengeluarkan dana untuk memenangkan calon di pemilukada jelas menyalahi aturan UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah. “Jadi sudah semestinya KPU DKI mengusut Pak Hashim karena dugaan pelanggaran aturan dana kampanye,” ujar Hasto.

 

Baca juga :

Cara Ikuti Training Agar Benar-Benar Bermanfaat

Berbagai Tantangan yang Bikin Hubungan Tambah Lengket

5 Kebutuhan Manusia yang Harus Dipenuhi

Edge of Tomorrow, Hidup Mati yang Terus Berulang

Saya Harus Mengejarnya

Sumber : merdeka.com by lois ho/jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami