MACAM-MACAM PENGAWASAN ORANG TUA TERHADAP PERKEMBANGAN ANAK DAN PENGARUH TERHADAP ANAK

MACAM-MACAM PENGAWASAN ORANG TUA TERHADAP PERKEMBANGAN ANAK DAN PENGARUH TERHADAP ANAK

Hevi Teri Official Writer
5545

Orang tua adalah suatu hal terpenting dan utama terhadap perkembangan keperibadian dan pertumbuhan jati diri seorang anak. Hal paling melekat di dalam suatu perkembangan anak adalah bimbingan dari keluarga terutama orang tua. Faktor lingkungan juga penting namun setiap anak memiliki suatu gen atau sifat yang berasal dari orang tua mereka, karena faktor tersebut sangat melekat pada sifat dan perilaku sang anak tersebut.

Tugas dari orang tua sendiri adalah membimbing dan mengarahkan buah hati mereka agar kelak menjadi seseorang yang berperilaku baik sesuai norma-norma yang ada. Oleh karena itu, bimbingan dan pengawasan dari orang tua sangat penting untuk perkembangan seorang anak. Dalam tulisan kali ini saya akan membahas tentang pengaruh pengawasan orang tua terhadap perkembangan anak-anak.


http://www.jawaban.com/assets/uploads/hevi_teri/images/main/140318143548.jpg

Setiap orang tua memiliki gaya atau sikap membimbing buah hatinya dengan cara yang berbeda-beda, disini akan dibahas satu-persatu gaya pengasuhan orang tua terhadap anaknya.

 

 

Ada 4 macam gaya pengawasan dan dampak pengawasan tersebut kepada anak, 4 macam tersebut adalah yaitu authoritative, authoritarian, neglectful, dan indulgent.

1. Authoritative Parenting (hangat dan tegas)

   Dalam pengawasan ini, sikap orang tua adalah berperilaku tegas, dan memicu anak-anaknya untuk lebih mandiri, lebih dapat melakukan segala hal dengan kemampuan sendiri anak tersebut dan dilakukan untuk dapat menjadikan anak tersebut menjadi pribadi yang dapat melakukan hal dengan mandiri nantinya. Disini orang tua ikut andil untuk memberikan kesempatan anak membuat keputusan di keluarga, orang tua menunjukan kasih sayang dan sabar memahami anaknya. Hal ini dapat membuat satu sama lain saling memahami untuk dapat menerima keputusan yang nantinya ada. Pengaruh pengawasan ini adalah dapat lebih memicu  keberanian, motivasi, dan kemandirian seorang anak. Pola asuh ini juga dapat mendorong tumbuhnya kemampuan sosial, meningkatkan rasa percaya diri, dan tanggung jawab sosial. Mereka juga tumbuh dengan baik, bahagia, penuh semangat, dan memiliki kemampuan pengendalian diri sehingga mereka memiliki kematangan sosial dan moral, lincah bersosial, adaptif, kreatif, tekun belajar di sekolah, serta mencapai prestasi belajar yang tinggi.

2. Authoritarian Parenting (kurang mau menerima kemauan anak)http://www.jawaban.com/assets/uploads/hevi_teri/images/main/140318143736.jpg

Dalam pengawasan ini, sikap orang tua adalah lebih menggunakan hukuman, batasan-batasan terhadap anak mereka. Sikap orang tua tersebut adalah mereka membuat peraturan-peraturan dan tuntutan yang harus dipatuhi anak-anak mereka. Di pola asuh ini, orang tua kurang hangat, kurang menerima, dan kurang mendukung kemauan dan keingin dari anaknya. Mereka membuat suatu batasan yang harus dipatuhi oleh anak mereka. Di pola pengasuhan seperti ini mendorong anak melakukan hal yang dapat membuat mereka memberontak pada saat usia mulai menginjak remaja, membuat sang anak ketergantungan pada orang tua, susah untuk aktif dalam masyarakat, sulit untuk bersosialisasi aktif , mereka kurang percaya diri, frustasi, tidak berani menghadapi masalah yang ada, dan mereka suka mengucilkan diri.

>>> Lanjut ...

Sumber : google

Ikuti Kami