Dasar Alkitab Untuk Mendidik Anak

Pelayanan Anak / 28 April 2014

Kalangan Sendiri

Dasar Alkitab Untuk Mendidik Anak

Hevi Teri Official Writer
839

Mari mencatat beberapa ayat kunci :


( 1) Pepatah 29:17 Koreksi putra mu, dan ia akan memberimu penghiburan, Ia akan juga menggembirakan jiwa mu.

“ Benar” adalah kata Ibrani yasar, yang berarti “ untuk memperingatkan, disiplin, instruksikan.” Itu adalah koreksi dalam wujud nasihat, disiplin, atau instruksi yang mengakibatkan pendidikan, pemahaman yang benar. Seperti yang digunakan dalam PL, kata ini menyatakan menghukum untuk kebaikan, mengoreksi, instruksikan, dan menyediakan semua yang penting bagi pelatihan anak-anak. Hanyalah semua gagasan ini diharapkan untuk diungkapan dalam hubungan antar pribadi dengan cinta dan kepedulian. Kata ini digunakan untuk menunjukan kepedulian penuh kasih Tuhan dengan Israel dan tentang seorang bapak dengan putranya ( cf. Deut. 8:1-5).6 Janji yang umum diberi Tuhan dalam mengoreksi seorang anak adalah kenyamanan, ketenangan, dan sukacita. Untuk “ koreksi” adalah untuk menerapkan kandang pelatihan itu.

( 2) Pepatah 19:18 Diplin putramu selagi ada harapan, Dan tidak menginginkan kematiannya.

Suatu terjemahan lebih baik adalah “ sebab ada harapan” atau “ harapan yang pasti.” Bandingkan Kis 11:18 dan 14:7 di mana kita mempunyai konstruksi yang sungguh sama, tetapi itu diterjemahkan, “ sebab ada harapan.”

“ Ada” didalam Ibrani mengacu pada gagasan keberadaan absolut. Tuhan sedang mengatakan pada kita kalau ini adalah suatu kemutlakan perkataan Tuhan untuk dipercaya dan diterapkan. Ini adalah suatu janji, tidak hanya peringatan.

“ Dan tidak menginginkan kematian nya” secara harafiah “ tetapi bagi kematian nya tidak menyenangkan jiwa mu.” Dengan anak kalimat/ketentuan kedua ini , kita mempunyai suatu permasalahan dalam penafsiran. Ada dua pandangan yang mungkin: ( a) Itu menyediakan suatu peringatan spy hati2 thd disiplin yang tidak pantas, seperti disiplin yang keluar dari pembalasan dendam, ketidaksabaran, atau kemarahan tak terkendalikan. Dalam hal ini kita akan menterjemahkannya, “ tetapi jangan terbawa ( yaitu., didalam disiplinmu) kematiannya.” Atau, ( b) anak kalimat/ketentuan yang kedua menyediakan suatu peringatan spy hati2 thd konsekwensi kemurahan hati. Derek Kidner, didalam komentarnya tentang Amsal, memberi Judul ayat ini “ kemurahan yang mematikan.”7 melalui terjemahan mereka, ASV, KJV, NIV, NASB, dan versi lainnya nampaknya memahami anak kalimat/ketentuan dengan cara ini, meskipun NASB bisa dimengerti dengan penafsiran yang pertama. “ Untuk mengangkat jiwa itu” adalah suatu idiom Ibrani yang berarti, “ kehendak atau menginginkan sesuatu, untuk mendapatkan jantung seseorang atau menginginkan sesuatu.” ( Niv “ jangan jadi bagian dalam kematiannya.” NASB “ jangan menginginkan kematian nya”.)

Anak kalimat/ketentuan yang kedua menyediakan suatu kontras dengan sebelumnya. Untuk melalaikan disiplin oleh karena suatu ketidakyakinan dalam metoda Tuhan, atau oleh karena tangisan anak, atau oleh karena kemalasan orantua, atau perasaan halus, atau apapun, pada pokoknya untuk menginginkan kematian anak. Kemurahan hati mengijinkan sikap dan pola perilaku untuk tumbuh yang bisa menyebabkan suatu kematian anak oleh karena tidak ada disiplin dan kendali rohani. Jauh lebih baik tangis anak di bawah koreksi sehat dan penuh kasih dibanding orang tua menangis/berteriak di bawah buah pahit kegagalan disiplin ( cf. Prov. 23:13-14).

 

>>>>


Sumber : google
Halaman :
1

Ikuti Kami