Brunei Berlakukan Hukum Syariah, Ini Nasib Non Muslim

Brunei Berlakukan Hukum Syariah, Ini Nasib Non Muslim

Lois Official Writer
6748

Pemerintah Brunei Darussalam melakukan transisi hukum dari pemerintahan menjadi hukum syariah. Hal ini dinyatakan oleh Sultan Brunei Hassanal Bolkiah, dimana dia ingin memperkenalkan hukum tersebut. Meskipun ada kritikan dari lembaga swadaya masyarakat setempat yang muncul atas keputusannya tersebut, hal ini tak mempengaruhinya.

"Hal ini dilakukan karena Allah SWT yang telah menciptakan hukum bagi kita. Sehingga kita bisa memanfaatkannya untuk mendapatkan keadilan," ujar Sultan mengemukakan alasannya. Setiap pelanggar akan mendapatkan hukum yang dibagi dalam tiga tahap yaitu hukum cambuk, pemotongan anggota badan, bahkan rajam sampai mati.

"Selama bertahun-tahun Brunei tidak pernah memperkenalkan hukuman mati. Ini sangat mengejutkan ketika Sultan kembali memberlakukannya," kata Emerlynne Gil dari International Commission of Jurists, seperti dilansir The Independent, Selasa (1/4). Sebelumnya, hukum Syariah memang sudah diimplementasikan di negara ini, namun hanya sebatas hukum perdata seperti urusan pribadi dan masalah keluarga.

Aturan baru ini juga mengancam pembaptisan bayi non Muslim dan hal itu berarti penyebaran agama lainnya selain Islam dilarang. "Tidak akan ada pembaptisan. Kami harus menunggu dan melihat apa yang terjadi," ujar seorang imam Katolik di Brunei, Pastor Robert Leong. Keputusan pidana dan perdata berdasarkan syariah. Pelanggaran pun termasuk menghina Nabi Muhammad, minum alkohol, hamil di luar nikah, homoseksual dan sodomi.

Menurut globalvoicesonline.org, keputusan ini berlaku mulai hari ini, Selasa (1/4/2014). Umat non Muslim dilarang menggunakan 19 kata untuk menggambarkan agama lainnya termasuk “Allah”, mu’min (orang percaya), dan masjid.

 

Baca juga :

Yang Harus Dilakukan Setiap Sahabat

Mata Menua Bisa Picu Depresi Bahkan Bunuh Diri

Ucapan Suami yang Setia Saat Mabuk

Alat Canggih yang Digunakan Untuk Mencari MH370

Tips Manajemen Desain Interior yang Baik (2/2)

Sumber : globalvoicesonline.org - seruu.com by lois horiyanti/jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami