Ir Ciputra, Konglomerat Properti yang Pernah Dililit Hutang

Ir Ciputra, Konglomerat Properti yang Pernah Dililit Hutang

Yenny Kartika Official Writer
6776

Orang menyebut pria ini sebagai kaisar real estate atau raja perumahan mewah. Yang lain menyebutnya konglomerat bisnis properti. Ada juga yang menyebutnya maestro developer properti di Asia Pasifik. Dialah Ir. Ciputra.

Membicarakan properti di Indonesia, tentu kita tak bisa melupakan nama Ciputra. Pendiri Universitas Ciputra Entrepreneurship Center dan pemilik PT Pembangunan Jaya ini telah memiliki jiwa wirausaha semenjak muda.

Ciputra lahir di Parigi, Sulawesi Tengah pada 24 Agustus 1931 dari pasangan Tjie Sim Poe dan Lie Eng Nio. Keluarga Ciputra sangat sederhana.

Ciputra muda harus berjuang melawan kesulitan hidup. Di usia 12 tahun, ia kerap membantu ibunya—yang sudah menjadi orangtua tunggal—berjualan kue. Sikap penuh antusias Ciputra membuat dirinya mampu mengubah kesusahan menjadi pemicu kesuksesan. Meski keadaan ekonomi serba berkekurangan, Ciputra bisa menggaet gelar sarjana arsitektur dari Institut Teknologi Bandung (ITB).

Hidup melarat di masa lampau membuat Ciputra terilhami untuk memberantas kemiskinan. Setelah sukses dalam grup Ciputra, ia pun mendirikan sekolah tinggi wirausaha dan memberikan berbagai pelatihan kewirausahaan kepada generasi muda.

Visi memajukan bangsa Indonesia melalui ekonomi tampak jelas dari semboyan-semboyan yang kerap Ciputra lontarkan, di antara “Ubahlah sampah menjadi uang!” dan “Ciptakan uang tanpa uang!”

Ciputra membuktikan jerih payahnya untuk Tanah Air tercinta. Tengok saja wajah ibukota yang dihiasi karya propertinya mulai dari Taman Impian Jaya Ancol, kawasan elit Pondok Indah, Bumi Serpong Damai, kawasan Serpong, dan proyek-proyek besar lainnya.

Atas sumbangsihnya bagi pembangunan Indonesia, Ciputra dianugerahi penghargaan oleh Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah sebagai pembina kewirausahaan terbaik.

Krisis ekonomi 1997 sempat membuat beberapa perusahaannya terpuruk, di antaranya Jaya Group, Metropolitan Group, dan Ciputra Group. Ketiganya dililit hutang. Pun demikian, Ciputra mampu melewati badai persoalan tersebut berkat kegigihan dan prinsip hidup yang teguh. Pada akhirnya, krisis justru membuka peluang bagi Ciputra untuk mengembangkan bisnisnya hingga ke mancanegara seperti Singapura, Hawaii, Hanoi, Calcutta, dan Kamboja.

Kepada generasi muda yang dia bina, Ciputra selalu berpesan supaya mereka menjadi pribadi yang bernilai bagi masyarakat—bukan hanya sebagai innovator dan creator. Ciputra juga menekankan pentingnya faktor keluarga dan lingkungan kerja sebagai penentu suksesnya seseorang menjadi wirausahawan. Bagi Ciputra, tidak akan kata terlambat untuk menjadi pengusaha.

Kesempatan untuk bertemu langsung dengan Ir. Ciputra dan mencari tahu bagaimana dia meraih mimpinya! Caranya, ikuti IMAGO Creative Conference, 2 days Creative Experience, 25-26 April 2014 di Wisma Nusantara Thamrin. Dapatkan tiketnya di:

  • Website: www.imagoplanet.com
  • Facebook : imago planet
  • Twitter : @imagoplanet
  • Telp : 021-89905566

(Penawaran spesial: beli 3 tiket gratis 1)

 

BACA JUGA:

Cinta Indonesia? Join IMAGO Creative Conference!

IMAGO Creative Conference 2014 Terjangkau untuk Semua Kalangan

Yenny Wahid, Berbagi Kebhinekaan di IMAGO Creative Conference

Sumber : Jawaban.com | Berbagai Sumber | yk
Halaman :
1

Ikuti Kami