Tanggung Jawab Orang Tua dan Gereja dalam Pendidikan Anak

Pelayanan Anak / 18 March 2014

Kalangan Sendiri

Tanggung Jawab Orang Tua dan Gereja dalam Pendidikan Anak

Hevi Teri Official Writer
6013

Faktor penting dari sebuah proses pendidikan adalah pengaruh pendidik terhadap anak didiknya. Pendidik adalah pemimpin; menurut Sanders, kepemimpinan adalah pengaruh. Proses pendidikan adalah proses mempengaruhi. Pengaruh orangtua memiliki porsi paling besar dalam hidup anak anak. Dalam perkembangannya, setiap anak membutuhkan orang lain. Pihak paling utama dan pertama yang bertanggung jawab dalam perkembangan anak adalah orangtua. Namun demikian lingkungan sekolah dan gereja juga memberikan pengaruh pada perkembangan anak.

Pengaruh dapat diberikan dengan berbagai cara. Orangtua dapat mempengaruhi anak dengan menjadi teladan yang baik dan dengan terbuka bersedia membahas nilai-nilai kristen bersama anak-anak. Strommen menemukan hubungan yang sangat positif antara moralitas anak dan atmosfer rohani dirumah. Peran orangtua dan anggota keluarga yang lain sebagai teladan menentukan perkembangan moral anak.

Kita perlu menyadari bahwa ada masa singkat dimana anak peka terhadap pendidikan agama. Konsep anak tentang apa yang benar dan salah, yang oleh Freud dinamakan superego, dibentuk selama masa ini, (pandangan anak-anak tentang Allah. Karenanya, pendidikan rohani seperti berdoa, membaca kitab suci dan menghadiri ibadah adalah cara menarik membiasakan anak menjadikan firman Tuhan sebagai bagian kehidupannya. Kegiatan pengajaran melalui pemahaman Alkitab, retreat, dan keteladanan pembina anak memberikan pengaruh pada pola tingkah laku anak.

Cloud dan Townsend menuliskan peran lain dari orangtua. Mereka adalah penjaga, manajer dan sumber daya bagi anak-anaknya. Penjaga bertanggung jawab melindungi dan memelihara anak. Manajer memastikan perlakuan terhadap anak dikerjakan dengan baik dan sasaran-sasaran yang ditentukan tercapai, demikian juga dengan semua kebutuhan dan harapan. Orangtua sebagai manajer menyediakan bentuk disiplin untuk memastikan anak dalam menjalankan tugasnya. Sebagai sumber daya bagi anak, orangtua adalah sumber kasih sayang, pertumbuhan rohani, dukungan, hikmat dan pengetahuan serta semua bentuk pendidikan yang diperlukan.

Beberapa contoh pengaruh orangtua yang berhasil melalui kepemimpinan Kristen adalah yang dialami oleh John Maxwell. Maxwell menyatakan 'dirinya tidak akan menjadi pemimpin seperti sekarang ini kalau bukan karena jerih payah orangtuanya.

Charles Spurgeon, pengkhotbah legendaris dari lnggris yang lahir pada tahun 1834, mengatakan bahwa keberhasilannya adalah karena pengaruh pembinaan rohani orangtua yang diterimanya sejak masa kecil. Susana Wesley dibesarkan dalam keluarga pendeta di desa dekat kota London. Ia mendapat perhatian yang baik dari keluarganya terutama dalam hal pendidikan iman. la berhasil menjadi seorang istri yang mendukung pelayanan suaminya dan berhasil membesarkan anak-anaknya menjadi utusan misi dan menjadi orang yang mempengaruhi banyak orang. Wesley mengatakan bahwa: 'Tidak ada yang lebih saya harapkan selama hidup ini kecuali melayani anak-anak yang telah saya lahirkan. Saya mau, apabila hal ini berkenan bagi Allah, menjadi alat-Nya melakukan semua yang  baik bagi jiwa-jiwa mereka'.

Peran Keluarga dan Gereja dalam Pendidikan Anak yang berpusat pada Firman. Jika kita melihat kembali apa yang dijelaskan oleh Cloud dan Townsend tentang peran orangtua, gereja dalam porsi yang tepat juga memiliki andil dalam pembentukan moral anak. Keluarga dan gereja seharusnya bekerja sama dalam menentukan dan pertimbangan moral anak. Meskipun Ward percaya bahwa setiap anak membangun struktur pertimbangan moralnya sendiri. Proses tersebut tidak terlepas dari peran lingkungannya keluarga dan gereja.

Keluarga Kristen dan gereja harus memanfaatkan peranan nya sebagai kesempatan emas dalam menginvestasikan nilai-nilai berharga pada anak. Pembinaan rohani yang dilakukan keluarga menjadi maksimum bila bekerja sama dengan pembinaan yang dilakukan oleh gereja. Seperti yang dikutip dari perkataan Hamilton:

The Christian church and the Christian home as institutions are closely bound together. They are like Siamese twins; if you cut them apart you may sever an aftery of life and cause one or bothto die. The church cannot function as she should in a disardered world unless she ernploys the home as as her main reliance in Christian nufture. And I feel certain that family cannot be a Christian family or a happy family unless if stay the circulation of fhose spiritual influences of which the church rs the great custodian.

Usaha ini berguna untuk mempersiapkan pemimpin Kristen dengan pertimbangan moral yang benar. Seperti yang dikatan oleh seorang pendidik Kristen, 'Life without truth leads to dead (hidup tanpa kebenaran membawa kepada kematian). Kebenaran sejati yang membawa kehidupan adalah Tuhan: 'Kuduskanlah mereka dalam kebenaran, firman-Mu adalah kebenaran' (Yohanes 17:17).

Apa yang ditanam itu yang dituai: 'Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya' (Gal 6:7-8). Hasil yang diperoleh semakin besar jika investasi nilai dilakukan sejak usia muda, karena itulah cara membangun masa depan yang lebih baik. Fowler mendorong orangtua menciptakan keluarga yang rindu membesarkan anak-anak dalam mengasihi Tuhan. Usaha ini dapat dimulai dengan menciptakan kehidupan keluarga yang berpusat kepada firman Allah (2004:58).

 

Sumber : google
Halaman :
1

Ikuti Kami