Ibu pahlawan Ku
Sumber: ayahbunda.co.id

Parenting Superbook / 17 March 2014

Kalangan Sendiri

Ibu pahlawan Ku

Zakarias Feoh Official Writer
2304

Pertanyaan yang seringkali dilontarkan kepada anak-anak adalah, siapakah idola mereka  ?  berbagai jawaban yg bisa kita dengar !  ada yg menjawab batmen, ada yg  menjawab, superman, dan tentunya berbagai jawaban lainnya yg kita dengar.   Termasuk didalamnya bahwa ayahnya adalah pahlawannya, ada juga yg menjawab ibunya adalah pahlawannya.  Jawaban ini tentunya tidak terlepas dari pengaruh  dari tokoh tersebut yg mempengaruhi  si anak.   Nah, dalam rangka mendapat jawaban yg akurat, maka Universal Children’s Day di bulan November lalu, dan ChildFund Indonesia meluncurkan hasil penelitian baru. Penelitian ini memaparkan betapa pentingnya keluarga dalam hidup seorang anak. Berjudul “Small Voices, Big Dreams 2013. A global survey of children’s view on peace, violence, heroes, and happiness.” ChildFund melakukan penelitian di banyak sekali negara di dunia, baik negara maju maupun berkembang. Salah satunya tentu Indonesia.

Dari hasil survei, ternyata 63 persen dari anak-anak berumur 10-12 tahun berpendapat bahwa anggota keluarga mereka adalah pahlawan nomor 1 dalam hidup mereka.  Dengan sangat terbukanya akses informasi lewat televisi dan media sosial di masa kini, anak-anak bisa melihat figur publik seperti artis yang heboh seperti Cesar (goyang Cesar), para pemain OVJ, ataupun Tukul Arwana dan menjadikan mereka sebagai panutan bahkan pahlawan.  Tapi ternyata tidak ! Anak-anak tersebut tetap memilih dan melihat keluarga sebagai figur paling penting di dalam hidup mereka. Sangat sedikit anak-anak Indonesia yang menjawab para figur publik sebagai pahlawan mereka. Kurang dari 7% menyebutkan para pemimpin politik, kurang dari 5% menyebutkan polisi sebagai pahlawan mereka, dan 0% yang menyebutkan para karakter fiksi dan tokoh sejarah sebagai pahlawan! 51% anak Indonesia bilang bahwa mereka sangat bahagia dengan keluarga mereka.

Alkitab menyatakan, Hai anakku, dengarkanlah didikan ayahmu, dan jangan menyia-nyiakan ajaran  ibumu (TB)  Hai anakku, dengarkanlah ayahmu bila ia menegurmu, dan jangan abaikan ajaran dari ibumu.  (AYT)  Amsal, 1:8.  Sejarah telah mencatat bahwa,  Salah satu hal menarik yang dapat kita tarik dari sejarah adalah betapa banyaknya orang yang dipakai Tuhan berkat doa dan pengaruh ibu dalam hidup mereka. Sebagai contoh, John Wesley adalah buah doa dan pelayanan ibunya, Susanna. Agustinus, salah seorang tokoh yang memengaruhi pemikiran Kristiani, adalah buah doa dan pelayanan ibunya, Monica. Hudson Taylor, seorang misionaris ke China, juga adalah orang yang dekat dengan ibunya.  Kepada ibunyalah ia kerap menulis surat membagikan pergumulan hidup dan pelayanannya. Singkat kata peran ibu dalam pembentukan diri anak sungguhlah besar.

Nah, sampai  sejauh mana pengaruh seorang ibu  terhadap  anak-anaknya ?  tentunya tergantung bagaimana  peran ibu didalam mengasuh dan mendampingi anak tersebut.

Ada beberapa hal penting  peran seorang ibu terhadap pertumbuhan anak-anaknya.

1. Ibu sebagai pengasuh

Sejak anak lahir hingga anak mencapai usia remaja, ibu berperan sebagai pengasuh, dalam pengertian ia memerhatikan dan memenuhi kebutuhan anak. Tanpa asuhan, anak tidak dapat bertumbuh secara sehat. Pada masa ini ibu berfungsi mencukupi kebutuhan anak dan melindunginya dari bahaya, sekecil apa pun.

2. Memberi kenyamanan

Kehadiran ibu dalam hidup anak dan petunjuk serta bentukan yang diberikannya kepada anak hari lepas hari menyediakan sebuah ruang yang pasti dan aman bagi diri anak. Anak perlu tahu bahwa ibu selalu berada di sampingnya dan bahwa ibu akan memberikan apa yang dibutuhkannya. Figur yang sama dan perlakuan yang relatif sama akan memberi rasa kestabilan pada anak.

3. Memberi perekat

Tidak bisa disangkal ibu berfungsi sebagai perekat antara anak dan ayah serta anak dan saudara-saudaranya. Tidak heran, setelah ibu tiada, tali perekat cenderung mengendor atau bahkan malah menghilang. Singkat kata, ibu berperan menyatukan keluarga sehingga anak merasakan bahwa ia adalah bagian dari keluarga dan bertanggung jawab atas satu sama lain.

4. Berperan sebagai perpanjangan kasih karunia Allah

Kendati ibu dapat marah, namun satu hal yang diketahui anak adalah bahwa ibu tidak akan menolaknya. Ibu selalu menerima dan mengampuni; ibu senantiasa mempercayai dan memberi kesempatan kembali kepada anak. Singkat kata, lewat kasih ibu, anak mengerti apa yang dimaksud dengan kasih karunia Tuhan.

Sebaliknya akan berdampak buruk pada anak apabila  seorang ibu tidak berperan atau berfungsi sebagaimana mestinya.

Pertama, jika anak tidak menerima kasih ibu secara cukup, maka anak bertumbuh besar tanpa mempunyai karakter yg kokoh dan kuat. Ia cenderung gamang dan tidak memiliki penghargaan diri yang kuat. Tampaknya kasih dan penerimaan ibu kepada anak berpengaruh lebih besar daripada kasih dan penerimaan ayah kepada anak. Tanpa kasih ibu yang cukup, anak mengembangkan keraguan pada dirinya dan mencari-cari kasih dan figur pengasuh dalam hidupnya.

Kedua, jika anak tidak mengalami kasih ibu yang baik, maka ia pun bertumbuh dengan sikap kritis dan tidak menerima dirinya apa adanya.   Singkat kata, ia tidak melihat apa yang ada di dalam dirinya melainkan apa yang tidak ada. Bukannya melihat apa yang dapat dilakukannya, ia malah menyoroti apa yang tidak dapat dilakukannya. Dan, kalaupun ia dapat melakukannya, ia merasa tidak dapat melakukannya dengan baik. Singkat kata ia senantiasa melihat kekurangan pada dirinya.

Ketiga, jika ia tidak mengalami kestabilan dalam keluarga akibat tidak hadirnya ibu atau tidak berperannya ibu secara konsisten, maka ia pun akan mengembangkan rasa tidak aman. Ia senantiasa penuh kecemasan dan ingin memastikan bahwa semuanya berjalan dengan baik. Ia pun berusaha mencari figur pelindung yang dapat memberikannya rasa aman.

Mengingat  begitu pentingnya peran ibu didalam  pertumbuhan anak-anaknya, maka hal ini harus diperhatikan oleh seroang ibu.   Bahkan jauh lebih penting daripada peran ayah itu sendiri. Amsal  31:28 mengatakan, "Anak-anaknya bangun dan menyebutnya bahagia, pula suaminya memuji dia." Baik anak maupun suami, keduanya menghormati sosok ibu yang begitu berperan besar dalam keluarga. Pujian ini memang selayaknya diberikan kepada ibu.

Apakah Amsal, 31:28 sudah dialami oleh saudara sebagai seorang ibu ?  dan apakah anda sudah menjadi seorang ibu yg dibutuhkan oleh anak-anak anda ? 

 

 

 

Sumber : berbagai sumber
Halaman :
1

Ikuti Kami