Tanggung Jawab Orang Tua dan Gereja dalam Pendidikan Anak

Pelayanan Anak / 17 March 2014

Kalangan Sendiri

Tanggung Jawab Orang Tua dan Gereja dalam Pendidikan Anak

Hevi Teri Official Writer
1049

Banyak orang mendefinisikan pendidikan sebagai studi formal yang hanya dapat dilakukan di bangku sekolah. Sesungguhnya pendidikan adalah proses belajar seumur hidup. Proses belajar tidak dibatasi oleh ruang, waktu maupun usia. Proses belajar bertujuan untuk meningkatkan berbagai aspek pengetahuan individu kognitif, afektif dan psiko-motorik). Proses pendidikan sebaiknya dilakukan sedini mungkin. Pendidikan akan menentukan kualitas generasi yang akan datang. Seperti yang tertulis dalam Amsal 22:6,'Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan dari pada jalan itu.

Alkitab dan Pendidikan 'Orang Muda' (Anak-Anak)

Allah memiliki maksud dengan perintah-Nya untuk mendidik muda (anak-anak). Alkitab menulis tentang potensi anak. Allah menaruh kepercayaan dalam diri anak untuk terlibat dalam rencana-Nya, dan anak-anakmu yang kecil, yang kamu katakan akan menjadi rampasan,dan anak-anakmu yang sekarang ini yang belum mengetahui tentang yang baik dan yang jahat, merekalah yang akan masuk ke sana dan kepada mereka, Aku akan memberikannya, dan merekalah yang akan memilikinya (Ulangan 1:39).

Sejak Perjanjian Lama, Allah telah mengingatkan pentingnya pendidikan bagi anak-anak. Musa mengingatkan hal ini kepada para orangtua: 'Tetapi waspadalah dan berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan hal-hal yang dilihat oleh matamu sendiri, dan supaya jangan semuanya itu hilang dari ingatanmu seumur hidupmu. Beritahukanlah kepada anak-anakmu dan kepada cucu cicitmu semuanya itu' (Ulangan 4:9). Apa yang Kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu, dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu, dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu (Ulangan 6:6-9).

Semua yang diperintahkan Allah merupakan nilai-nilai yang harus diajarkan secara berulang-ulang. Dengan pengulangan materi yang diajarkan akan tertanam sehingga dapat ditentukan dalam tingkah laku. Hal seperti ini dikatakan Musa di dalam Ulangan 6:7 sebagai shema bagi orang Yahudi. Shema adalah hukum yang harus dilakukan dalam kehidupan orang Yahudi.

 

Sumber : google
Halaman :
1

Ikuti Kami