TUGAS DAN TANGGUNGJAWAB GEREJA TERHADAP ANAK

Pelayanan Anak / 17 March 2014

Kalangan Sendiri

TUGAS DAN TANGGUNGJAWAB GEREJA TERHADAP ANAK

Hevi Teri Official Writer
1267

      

II.    Sejarah Berdirinya Sekolah Minggu dan Latar belakang Kebaktian Anak/Sekolah Minggu

2.1    Sejarah Singkat Berdirinya Sekolah Minggu

Raikes[1] adalah seorang pemrakarsa suatu rencana untuk mendidik anak miskin pada hari Minggu. Pada tahun 1780 ia pergi ke rumah seorang tukang kebun yang letaknya di kampung dekat pabrik pengolahan peniti. Kebanyakan pekerjanya adalah anak. istri si tukang kebun mengeluh tentang kenakalan anak pada hari Minggu kemudian dia memohon dengan sangat agar Raikes berbuat sesuatu. Raikes mengambil keputusan, dan ia dengan rela menggaji beberapa kaum ibu untuk mengajar anak-anak yang ia antar kepadanya pada hari Minggu. Pada hari Minggu, anak-anak juga dibawa ke gereja untuk beribadah. Sehabis kebaktian, para pengajar membawa mereka ke rumahnya lagi tempat mereka diajari dan menghafal katekhismus bagi mereka yang sudah mempu membaca. Karena hasilnya semakin meningkat, maka Raikes pun membuka Sekolah Minggu di tempat lain termasuk di jemaatnya sendiri, yakni Saint Mary de Crypt. Sehingga dengan usah keras Raikes, sejumlah pendeta yang melayani jemaat-jemaat juga telah beusaha memprakarsai pembaruan di antara anak-anak yang berasal dari keluarga kelas bawah melalui pendirian Sekolah Minggu untuk memanfaatkan hari Tuhan demi maksud pengajaran.[2] Pada awalnya, anak-anak diantar oleh orangtua mereka masing-masing ke gedung gereja untuk beribadah dengan maksud supaya para orangtua tidak diganggu oleh anak mereka dalam melakukan pekerjaannya. Hal ini membawa dampak positif terhadap perkembangan spiritual dan moral anak. Anak-anak jauh lebih beradab dibanding dengan sebelumnya. Kebiasaan buruk yang dulunya berlaku di antara mereka, sedikit-banyaknya mulai diatasi.

         Untuk Sekolah Minggu pertama, bahan pelajaran cenderung berasal dari Inggris, khususnya karena di Inggris Sekolah Minggu melayani anak-anak yang menjadi korban dari Revolusi Industri. Orang yang terlibat dalam gerakan Sekolah Minggu memiliki semangat yang besar. Mereka sedang mengambil bagian dalam pelayanan yang mutlak dan penting.

 

(Bersambung ... )

Sumber : google
Halaman :
1

Ikuti Kami