Negosiasi perjanjian damai diantara Israel dan Palestina memasuki babak baru setelah Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu memberi sinyal bahwa pihaknya bersedia untuk menyerahkan pemukiman warga yahudi kepada Palestina.
Hal tersebut terkemuka dalam laporan Menlu Amerika Serikat (AS) John Kerry yang berharap dapat segera mempublikasikan kerangka perjanjian tersebut. "Sudah jelas bahwa beberapa negosiasi tersebut, tidak termasuk dalam perjanjian ini. Itu sudah jelas. Semua orang memahami itu. Saya akan segera memberitahukan lebih lanjut," kata Netanyahu.
Penyerahan pemukiman ini meskipun hanya sebagian, menjadi isu utama dalam perundingan perdamaian yang diperbaharui di bawah Washington pada Juli tahun lalu. Pemukiman Yahudi yang dibangun oleh Israel pada 1967 di tengah perang Timur Tengah itu kini masih dinyatakan ilegal bagi hukum internasional.
Meskipun akan menyerahkan sebagian pemukiman, Netanyahu tetap menegaskan bahwa Yerusalem akan tetap berada dibawah kekuasaan Israel. Sementara dilain pihak, Palestina menghendaki Yerusalem timur sebagai ibukota negara Palestina yang akan didirikan nantinya.
Baca Juga Berita Lainnya:
Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”