Prilaku Ditentukan Oleh Pola Berpikir

Kata Alkitab / 24 January 2014

Kalangan Sendiri

Prilaku Ditentukan Oleh Pola Berpikir

Puji Astuti Official Writer
15007

<!--[if gte mso 9]><xml> 800x600 </xml><![endif]-->

<!--[if gte mso 9]><xml> Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 10]> <style> /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin:0in; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif";} </style> Orang yang baik berbuat baik, karena hatinya baik. Dan orang jahat berbuat jahat, karena hatinya jahat. Apa pun yang terkandung di dalam hati, itulah yang keluar dari mulut ~ (Lukas 6:45 FAYH)

 Perilaku manusia sangat ditentukan oleh pola berpikir, jika pikiran manusia dipenuhi oleh segala sesuatu yang bersifat negatif dan manusia tersebut mengizinkan pikiran negatif tersebut menjadi penghuni tetap alam pikirannya, maka sudut pandang manusia tersebut akan persis seperti apa yang ada dalam alam pikirannya, yaitu serba negatif dan perilakunya pun tidak jauh dari pola pikirnya. Alkitab dengan jelas mengajarkan kepada kita bahwa perubahan prilaku terjadi melalui pembaharuan budi atau pola berpikir dan hanya yang bersangkutan yang dapat merubah pola berpikirnya. Apa yang terkandung dalam hati kita, itu juga yang akan kita kerjakan! Jika kita ingin merubah sikap dan prilaku kita, maka kita terlebih dahulu harus merubah apa yang terdapat dalam hati kita.

Penulis mengajak anda sekalian untuk bersama-sama dengan penulis merenungkan kebenaran dari kedua ayat berikut ini yang akan penulis kutip dari 1 Korintus 15:33 (TB) dan Amsal 13:20 (TB) yang bunyinya sebagai berikut, "Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik" (1 Korintus 15:33 TB). Dan, "Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang" (Amsal 13:20 TB). Apakah anda dapat melihat bahwa pergaulan yang buruk dapat mempengaruhi pola berpikir seseorang, jika pola berpikir berubah menjadi jahat karena mencontoh apa yang dilihatnya, maka prilakunya akan berubah seiring dengan apa yang ada dalam alam pikirannya. Sebaliknya jika ia bergaul dengan orang bijak, maka ia menjadi bijak karena alam pikirannya dipenuhi dengan kebijakan sesuai dengan apa yang dilihatnya dan prilakunyapun akan mengikuti apa yang terdapat dalam alam pikirannya yang sudah dipenuhi dengan kebijakan.

Perubahan itu sendiri tidak pernah terjadi sampai yang bersangkutan mengambil tindakan untuk mengganti alam pikirannya yang serba negatif dan menggantikannya dengan pikiran yang mempunyai daya kreatif, positif, berguna dan mendatangkan kebaikan dalam kehidupannya. Pola pikir yang benar akan menghasilkan kepercayaan yang benar dan sebaliknya kepercayaan yang benar akan menghasilkan tindakan yang benar sesuai dengan pikiran yang benar yang terdapat dalam alam pikirannya dan yang bersangkutan akan menikmati hidup yang benar yang diwarnai dengan damai sejahtera yang melingkupinya. Singkatnya dapat penulis rangkumkan sebagai berikut: "Pikiran Benar" - "Percaya Benar" pada apa yang terdapat dalam alam pikiran tersebut - "Tindakan Benar" sesuai dengan pikiran yang benar - "Menikmati hidup yang Benar". Jadi Hidup yang Benar berasal dari "Pikiran yang Benar".

Dahulu orang berpikir bahwa insentif dapat merubah prilaku seseorang, namun tidak demikian halnya. Perubahan yang anda lihat akibat insentif yang diberikan hanya bersifat sementara dan tidak bertahan lama dan jika orang tersebut kembali kepada prilakunya yang lama maka insentif yang baru harus dirancang lagi bagi orang tersebut. Apakah ini dapat disebut perubahan prilaku? Prubahan prilaku harus terlebih dahulu terjadi didalam diri orang tersebut karena keinginannya sendiri dan keinginannya ini dinyatakan dalam bentuk prilaku sesuai keinginannya yang terlihat jelas dari luar oleh setiap orang yang bergaul erat dengan orang tersebut, inilah yang disebut berubah berdasarkan pembaharuan budi.

Jadi perubahan prilaku terjadi karena yang bersangkutan mengambil keputusan untuk berubah karena yang bersangkutan melihat serta menyadari akan kesenjangan prilakunya dan pada saat itu juga yang bersangkutan merubah pola berpikirnya dan jika pola berpikir berubah sesuai dengan keinginan yang bersangkutan (berubah menjadi baik, pola berpikir menjadi positif kearah perbaikan) dan yang bersangkutan percaya bahwa itu yang terbaik baginya maka yang bersangkutan akan mengambil tindakan untuk mewujudkan keinginannya untuk berubah. Perubahan seperti ini dimulai dari dalam diri yang bersangkutan, hasilnya terlihat dari prilaku baru yang menetap menjadi bagian dari kehidupan yang bersangkutan.

Pada saat perubahan telah terjadi, yang bersangkutan dapat melihat dengan jelas bahwa berubah kearah perbaikan itu merupakan kehendak Tuhan yang berbicara pada yang bersangkutan melalui rohNya. Yang bersangkutan kini hidup dengan sifat yang baru, prilaku yang baru yang dapat memuliakan Tuhan, bukankah ini merupakan kehendak Tuhan yang sangat berkenan padaNya?

Penulis

Rev.Dr. Harry Lee, MD.,PsyD

Gembala Restoration Christian Church di Los Angeles - California

www.rccla.org

 

Baca juga artikel lainnya :

Istri Adalah Berkat Dari Tuhan

Homework, Sudahkah Anda Mengerjakan Tugas Anda?

Aku Pria Yang Tak Mengenal Arti Cinta

Merdeka Dalam Kristus

Suamiku Bertobat Dari Perselingkuhan

Halaman :
1

Ikuti Kami