Kanker Serviks dan Bersihnya Daerah Kewanitaan

Kanker Serviks dan Bersihnya Daerah Kewanitaan

Lois Official Writer
5513

Kanker serviks merupakan penyakit yang mematikan. Meskipun tidak menular, namun penyakit ini perlu diwaspadai. Kanker serviks adalah keganasan yang terjadi pada leher rahim (serviks) yang merupakan bagian terendah dari rahim yang menonjol ke puncak liang vagina. Penyakit yang disebabkan Human Papilloma Virus (HPV) ini biasa diderita perempuan berusia 30-50 tahun. Untuk menghindari penyakit ini ada beberapa hal yang perlu dilakukan, baik oleh wanita ataupun oleh pria.

Yang Harus Dilakukan Perempuan

Lakukan deteksi dini kanker serviks dengan papsmear atau Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA). Metode IVA dilakukan oleh dokter/bidan/perawat terlatih dengan cara mengoleskan asam asetat yang diencerkan (3%-5%) ke leher rahim untuk melihat kondisinya. Metode ini termasuk aman dan mudah.

Metode ini hanya boleh dilakukan kepada wanita yang sudah pernah melakukan hubungan seks karena akan merusak selaput darah perawan jika dilakukan pada wanita yang belum pernah berhubungan seks.

Selain itu, Kolonel Dr Frits Max Rumintjap, SpOG(K) menyatakan agar wanita yang sedang haid harus rajin ganti pembalut. Jangan didiamkan selama seharian terutama ketika menstruasi hari pertama dan kedua. Pemakaian pembalut seharian bisa menumbuhkan jamur yang bisa sebabkan kanker serviks.

Yang Harus Dilakukan Pria

Kanker tenggorokan tidak hanya dipicu oleh kebiasaan merokok dan minum alkohol. Ternyata penyebab lainnya dipicu oleh seks oral dimana diserang oleh virus HPV, virus yang sama penyebab kanker serviks. “Virus HPV memang menjadi predisposisi (membuat seseorang rentan) terkena kanker. Virus ini bisa menular karena hubungan seks yang tidak aman, bisa juga menular karena seks oral tapi jarang. Namun bukan lantas dibilang seks oral bisa memicu kanker,” terang ahli kanker dari RS Dharmais, dr Andhika Rachman, SpPD, FINASIM.

Untuk menghindari resiko terserang kanker akibat seks oral, vaksinasi dapat mencegah infeksi HPV ini. Vaksinasi sudah dapat diberikan sejak seseorang mulai aktif secara seksual. Walau demikian, dr Andhika menyarankan bahwa masyarakat tak perlu kuatir sebab di Asia, yang paling banyak memicu kanker adalah EBV (Epstein Barr Virus) ketimbang HPV.

“Virus EBV lebih banyak menjadi predisposisi kanker di daerah Asia, terutama etnis China, karena sebelum ada kulkas, masyarakat suka menggunakan cara penggaraman atau pengasapan untuk mengawetkan makanan. Virus ini lebih banyak berdiam di makanan yang diasapkan atau diasinkan,” ujarnya. Karena itu, ada baiknya kita juga hindari terlalu banyak makan makanan yang diasap atau diasinkan.

Jagalah kebersihan tubuh Anda, begitu juga daerah keintiman. Dengan tubuh yang sehat, tentu penyakit menjauh. Selain itu, makanlah makanan yang sehat dan perhatikan lingkungan Anda agar tetap bersih juga. Kebersihan pangkal kesehatan.

Sumber : detik.com by lois horiyanti/jawaban.com

Ikuti Kami