Komunitas Katolik dan Protestan Minta Kurikulum 2013 Ditunda

Komunitas Katolik dan Protestan Minta Kurikulum 2013 Ditunda

Puji Astuti Official Writer
3022

Kurikulum 2013 yang akan disahkan pada bulan Juli 2013 mendatang masih menimbulkan berbagai kontroversi. Salah satu pihak yang menentang penerapan kurikulum baru tersebut adalah Komunitas Katolik dan Protestan Peduli Pendidikan Indonesia (K2P3I).

"Kami minta pengambil kebijakan secara bijaksana merenungkan kembali hakikat perubahan kurikulum 2013 ini, apakah didasari oleh motif kekuasaan atau proses pencerdasan bangsa," demikian pernyataan Romo Benny dalam konfrensi pers, Senin (8/4) lalu.

Romo Benny yang mewakili K2P3I meminta Komisi X DPR untuk menunda penerapan kurikulum 2013, karena berdasarkan fakta yang terdapat dalam dokumen resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, kurikulum tersebut dinilai banyak bertentangan dengan filosofi pendidikan dan dikuatirkan akan menimbulkan banyak masalah jika diterapkan.

"Jika dibilang kurikulum ini mengasah kemampuan nalar, justru kemampuan nalar malah akan berkurang dengan mengintegrasikan berbagai macam pelajaran ini," demikian tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Romo Benny mewakili Majelis Pendidikan Kristenmenyatakan sikap terhadap Kurikulum 2013, "Sikap kami jelas. Minta ditunda. Ini sudah resmi. Sikap komunitas Kristen Katolik itu menunda. Kami tidak anti perubahan kurikulum tapi melihat seperti ini lebih baik ditunda."

Banyak hal dalam kurikulum 2013 ini yang menimbulkan pro-kontra, diantaranya adalah penghapusan mata pelajaran IPA dan IPS di tingkat SMKK, dan guru pengajar bidang itu akan dimutasi ke SMA. Namun saat ini SMA dan SMP sendiri sudah kelebihan guru IPA dan IPS, karenanya dikuatirkan banyak guru akan kehilangan pekerjaan. Selain itu,  waktu untuk adaptasi terhadap konsep kurikulum baru ini dinilai terlalu singkat sehingga baik guru maupun murid ditakutkan belum siap, dan yang terakhir adalah besarnya anggaran untuk penerapan kurikulum ini yang dinilai sangat fantastis, yaitu Rp.2,49 triliun rupiah.

Dunia pendidikan pada hakekatnya adalah mempersiapkan generasi penerus bangsa yang berkualitas dan juga berbudi luhur. Karenanya dibutuhkan sebuah konsep yang matang, dan bukannya malah menimbulkan kebingungan. Tapi apakah konsep dalam kurikulum 2013 sudah tepat dan mampu diterapkan di Indonesia? Pertanyaan tersebut harus dijawab para pemangku kebijakan.

Baca juga artikel lainnya :

Kurikulum 2013 Tidak Dibuat dengan Tergesa-gesa

SBY Minta Sekolah Ajarkan Lagi Toleransi

Pemerintah Susun Buku Walau Kurikulum Belum Pasti

Kamu Mengambil Tempatku

Cemburu Pada Pasangan, Bolehkah?

Puji Tuhan! Saya Tidak Menganggur Lagi Setelah SMS ke Konseling Center CBN

Sumber : Beritasatu.com | Kompas.com | Puji Astuti
Halaman :
1

Ikuti Kami