Cemburu Pada Pasangan, Bolehkah?

Marriage / 6 April 2013

Kalangan Sendiri

Cemburu Pada Pasangan, Bolehkah?

Puji Astuti Official Writer
7719

Sebuah survei menyatakan bahwa cemburu merupakan masalah bagi sepertiga pasangan yang mendatangi konselor pernikahan. Entah kasusnya berat atau ringan, kecemburuan dapat berpengaruh besar bagi sebuah pernikahan. Namun kecemburuan yang pada batas-batas tertentu ternyata sehat bagi pernikahan, namun jika keluar batas dapat sangat berbahaya.

Kecemburuan sehat merupakan sarana untuk menjaga wilayah Anda. Ini berasal dari perhatian yang tulus dan komitmen untuk sebuah hubungan. Kecemburuan yang tidak sehat termasuk kebohongan, ancaman, mengasihani diri sendiri, dan perasaan tidak mampu, rendah diri, serta ketidakamanan.

Kecemburuan sehat menjaga jantung pernikahan. Ini penjaga pernikahan Anda karena:
* Menunjukkan komitmen Anda untuk hubungan.
* Melindungi pernikahan Anda dengan menjaga hubungan terhadap serangan jahat.
* Mendalami keterbukaan Anda satu sama lain dan membuat anda bertanggung jawab melalui komunikasi yang jujur.
* Membantu Anda menghadapi ancaman besar untuk pernikahan Anda dan menghadapinya sebelum hal itu menjadi masalah besar.

Kita harus menghormati kecemburuan pasangan sebagai bentuk peringatan bahaya yang ada di depan. Jika pasangan Anda adalah orang yang memiliki rasa aman dan berkeinginan untuk melindungi pernikahan dari keretakan, Anda perlu mendengarkan. Hadapi masalah dengan kepala dingin dan carilah akar alasan dari kecemburuan itu dan kemudian buatlah perubahan, dengan demikian Anda berdua keluar dari zona bahaya. Seorang suami mengerti bagaimana pria berpikir, untuk itu istri perlu mengindahkan peringatan suami. Sebaliknya, seorang istri dapat merasakan ketika orang lain memiliki motif sesat. Intuisinya seringkali tepat.

Kecemburuan yang tidak sehat sama sekali berbeda. Ia berasal dari membandingkan diri dengan orang lain dan merasa tidak mampu, tidak penting, inferior, dan menyedihkan. Beberapa pasangan telah mengalami banyak negatif dalam hidupnya - apakah itu perceraian orangtua, kematian, atau ditinggalkan di masa kecil - mereka dapat membawa masalah yang belum terselesaikan tersebut dalam pernikahannya dalam bentuk kecemburuan.

Pasangan yang memiliki masalah cemburu kronis akan mencoba untuk mengendalikan hubungan secara berlebihan, mengasihani diri sendiri, berbohong, ancaman, dan / atau manipulasi. Ketika pasanganya menolak, orang cemburu bereaksi dengan menjadi lebih mengendalikan.

Berikut adalah beberapa efek kecemburuan yang tidak sehat:
* Anda meragukan kejujuran pasangan Anda dan keliru menuduh dia, mendorong pasangan Anda pergi.
* Anda merasa tidak berharga dan tidak penting.
* Anda menjadi frustrasi dan kewalahan.
* Anda memiliki keinginan untuk mengontrol.
*  keintiman seksual dengan pasangan menurun.

Kecemburuan yang sehat dapat menjaga hati dan pasangan Anda. Hal tersebut dapat memperkuat pernikahan Anda dan membawa Anda lebih dekat satu sama lain. Hal ini dapat membuat Anda merasa diinginkan dan dicintai oleh pasangan Anda. Tapi ketika cemburu menjadi tidak sehat dapat merusak dan menyebabkan frustasi. Kasih tidak cemburu dan bersikap posesif. Cinta sejati berpikir tentang apa yang terbaik bagi orang lain - bukan apa yang terbaik untuk Anda.

Jadi bagaimana Anda berurusan dengan kecemburuan dalam pernikahan Anda? Berikut adalah beberapa tips untuk Anda dan pasangan - apakah Anda memiliki pasangan cemburu atau Anda adalah pasangan yang pencemburu.

Jika Anda memiliki pasangan yang cemburu:
1. Menilai apakah Anda melakukan sesuatu yang memprovokasi kecemburuan.
2. Hentikan kegiatan atau keterlibatan untuk menunjukkan pada pasangan Anda bahwa Anda berkomitmen untuk menjaga hubungan pernikahan Anda.
3. Jadilah demonstratif terhadap cinta Anda pada pasangan.
4. Berbicara secara terbuka dengan pasangan Anda tentang masalah ini. Bekerja samalah untuk menemukan solusi.

Jika Anda adalah pasangan cemburu:
1. Kecemburuan Anda mungkin masalah Anda sendiri, bukan pasangan Anda itu, lakukan intropeksi diri.
2. Jujurlah dengan diri Anda sendiri. Tanyakan apa yang menyebabkan perasaan cemburu itu. Apakah Anda mencoba untuk memanipulasi?
3. Luangkan waktu dengan Tuhan.
4. Pikirkan tentang pasangan Anda cara lebih positif. Kecemburuan membuat cemas dan kecurigaan yang berlebihan dan membuat apapun yang dilakukan pasangan kita sebagai sesuatu yang salah. Sebaliknya, ambillah napas dalam-dalam dan berdoa - untuk diri sendiri dan pasangan Anda.
5. Ekspresikan perasaan Anda kepada pasangan Anda dengan cara positif. Jujurlah tanpa menyalahkan atau bersikap manipulatif.

Pada akhirnya mari kembali pada Firman Tuhan, dasarilah hubungan Anda dengan firman ini :
Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. (1 Korintus 13:4-7)

Baca juga artikel lainnya :

SBY Dapat Telur Paskah dari Jemaat 3 Gereja Tertindas

Jemaat HKBP Setu Rayakan Jumat Agung Diantara Puing Gereja

Kisah Pencari Sorga, Mulai di Kuburan Hingga Berguru Pada Dukun

Tips Agar Kakak Tidak Cemburu Pada (Calon) Adik

Puji Tuhan! Saya Tidak Menganggur Lagi Setelah SMS ke Kons

Sumber : Crosswalk.com | Puji Astuti
Halaman :
1

Ikuti Kami