Pasangan ini Langsungkan Pernikahan Gay Secara Tradisional Pertama Di Afrika

Pasangan ini Langsungkan Pernikahan Gay Secara Tradisional Pertama Di Afrika

eva Official Writer
8822

Baru-baru ini, pasangan gay Afrika Selatan, Tshepo Cameron Modisane dan Thoba Calvin Sithol mengikat janji pernikahan mereka di hadapan 200 tamu setelah saling mengenal selama 3 tahun (9/4). Pada pernikahan tersebut, kedua pasangan memakai kostum adat suku secara tradisional yang berada di kota KwaDukuza di KwaZulu-Natal. Pernikahan tersebut diikuti serangkaian seremoni tradisional seperti tarian tradisional dan ritual pengorbanan dari seekor sapi sebagai lambang penghormatan kepada kedua leluhur pasangan dan pertukaran hadiah dari kedua keluarga pasangan. “Saya sangat mencintai Thoba. Saya sangat bahagia bahwa kami berdua telah menjadi marga Sithol,” kata Tshepo Modisane.

Rencananya, kedua pasangan tersebut akan mengadopsi seorang anak. “Kami sangat bersyukur memiliki keluarga yang peduli terhadap kami. Walaupun kami gay, mereka masih mencintai kami,” kata Tshepo kepada Mamba Online pada Februari lalu.

“Keluarga adalah hal penting buat kami dan itulah alasan pertama kami segera memiliki anak. Selain itu kami ingin agar anak-anak kami tumbuh di lingkungan dimana mereka dicintai dengan luar biasa oleh kedua orangtua mereka yang menghargai mereka,” tambahnya. Ibu Thoba, Lindiwe Dladla mengaku sangat bahagia melihat putranya menikah. “Saya sangat bahagia dan saya tidak kuatir. Saya bersyukur Thoba dipertemukan dengan Modisanes,” ungkapnya. Pernikahan sesama jenis telah dilegalkan di Afrika Selatan sejak 2006. Afrika Selatan merupakan negara kelima di dunia yang mensahkan pernikahan sesama jenis.

Pernikahan sesama jenis secara jelas dilarang oleh Tuhan dan ditulis dalam Alkitab, "Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan istri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka (Roma 1:27)." Hendaklah bagi kita yang sudah menerima dan mendengar kebenaran Injil tidak menyimpang dari apa yang Tuhan katakan melalui Alkitab karena pada dasarnya Allah menciptakan dan menjadikan segala sesuatu itu baik dan indah.

Baca juga:

Mesir: Bentrok Massa Kristen Koptik dan Muslim Terjadi Lagi

China, Penghasil Alkitab Terbesar di Dunia

Host Radio Fox Klaim Yesus Sebagai Gay

Menang Lotere, Gelandangan ini Pilih Amalkan Semua Uangnya

Ribuan Orang Miskin Amerika Dipenjara Karena Hutang

Seluruh Gereja di Arab Saudi Akan Dihancurkan

Sumber : dailymail / Eva
Halaman :
1

Ikuti Kami