Saat Anak Mulai Berpacaran, Haruskah Ortu Ikut Campur?

Parenting / 3 December 2013

Kalangan Sendiri

Saat Anak Mulai Berpacaran, Haruskah Ortu Ikut Campur?

Lois Official Writer
17494

Ada orang tua jaman sekarang yang tidak mau tahu terhadap pergaulan anak-anaknya. Menurutnya jaman sekarang adalah jaman modern, jadi biarlah anak-anak menentukan masa depan sendiri. Namun, ada pula orang tua yang terlalu ikut campur dalam kehidupan anaknya, terutama ketika remaja.

Dampak Buruk Bagi Anak Karena Ortu Terlalu Ikut Campur

Holly Schriffrin, peneliti dari University of Mary Washington di Virginia menemukan bahwa orang tua yang masih ikut campur terhadap segala urusan anak remajanya, dapat menimbulkan dampak negatif bagi psikologisnya. Anak akan merasa tertekan dan depresi.

Bebas Tapi Terkontrol

Orang tua harus lebih banyak memberikan anak-anaknya kebebasan, dalam artian bebas yang terkontrol. Jika anak dibesarkan dengan pendidikan dan norma yang baik sejak kecil, orangtua tidak perlu terlalu mengkuatirkan kehidupan anak remajanya. Batasan yang diberikan orangtua bisa membuat anak merasa kehilangan hak bebasnya dan kesempatan untuk belajar dari kesalahan.

Campur Tangan Dalam Hal Berpacaran

Meskipun sangat ingin anaknya mendapatkan yang terbaik, orangtua sebaiknya jangan memaksakan kehendak kepada anak. Jika anaknya terlalu muda untuk berpacaran, berikan penjelasan sebagai seorang teman kepada anak. Berikan masukan-masukan yang dapat diterima anak.

Namun jika memang sang anak sudah saatnya punya pacar dan memikirkan masa depannya sendiri, selama mereka melakukan hal yang benar di saat pacaran itu, hal itu tidak menjadi masalah.

Kaum muda yang asyik berpacaran, sudah lupa segalanya. Seringkali dia tidak bisa menemukan kejelekan pasangannya. Di sinilah orang tua berperan. Jika dalam tahap pacaran, calon mertua sudah dibohongi, maka jangan heran jika sudah menikah, sang istri akan dibohongi juga. Karena itu, anak perlu menyeleksi yang terbaik, namun orangtua tak boleh terlalu mengekang dan langsung menyatakan ketidaksetujuannya, meskipun sang pacar tidak baik. Yang harus dilakukan adalah membuat anak melihat dan dapat mengambil keputusan terbaik.

Jika keterlibatan orangtua seimbang di dalam kehidupan anaknya, anak akan belajar dari kesalahannya dan dia tetap merasa aman karena ada orang tuanya yang selalu ada di belakangnya, menyokongnya saat dia memerlukan bantuan namun melepaskannya saat dia ingin berlari, menuju ke arah yang lebih baik.

 

Baca juga :

Tanda-Tanda Orangtua / Mertua Terlalu Ikut Campur

Mengapa Natal Jadi Sukacita Terbesar dalam Hidup?

Saat Orangtua Ikut Campur Ngurus Anak

Film Terbaik Tentang Kalkun : Free Birds

10 Cara Makan Fast Food Tapi Tetap Sehat

9 Pernikahan Artis Hollywood Tersingkat, Paling Lama 9 Hari Saja

Forum : Bakti Sosial 7 Desember 2013, Mau Ikutan?

Semua Indah, Jangan Menangis Mama

Sambut Natal, Siapkan Makanan Nuansa Merah Hijau

Sumber : detik.com-glorianet.org by lois horiyanti/jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami