Jangan Biarkan Otak Rusak karena Kerja Berlebihan!

Jangan Biarkan Otak Rusak karena Kerja Berlebihan!

Yenny Kartika Official Writer
4902

Mendengar kabar meninggalnya Mita Diran, seorang copywriter yang masih berusia 27 tahun, kita tentu sedih sekaligus prihatin. Mita harus meregang nyawa karena bekerja dalam periode waktu yang terlalu lama ditambah konsumsi minuman berenergi dan berkafein tinggi. Bekerja lembur memang tidak salah, karena Anda mungkin ingin berdedikasi dan total untuk memberikan yang terbaik bagi perusahaan. Tetapi kalau lembur malah berujung maut, tentu konyol bukan?

Selain berpotensi merusak organ tubuh seperti jantung, kerja berlebihan juga bisa merusak otak. Sebuah proyek studi jangka panjang bernama Whitehall II menunjukkan fakta-fakta menarik seputar dampak bekerja dengan kerusakan otak. Normalnya jumlah jam kerja adalah 40 jam perminggu atau kurang. Nah, mereka yang bekerja lebih dari 55 jam/minggu akan:

#1 memiliki masalah dalam kosakata (vocabulary). Nilai tes kosakata mereka buruk, bukan hanya di awal, tetapi juga di tes-tes perbaikan selanjutnya.

#2 bermasalah dengan interaksi sosial. Mereka yang bekerja terlalu lama akan mengalami penurunan ketertarikan terhadap sesama manusia. Ini dibuktikan melalui rendahnya nilai tes kemampuan kognitif.

#3 mengalami penurunan kemampuan berpikir, sehingga mereka bekerja lebih lama dibandingkan rekan-rekannya. Akibatnya, mereka akan membutuhkan lebih banyak waktu lagi untuk bekerja.

#4 sulit mengingat, terutama dalam memori jangka pendek.

#5 mengalami gangguan konsentrasi, kesulitan mengerjakan pekerjaan yang multi-tasking.

Bukan berarti Anda harus menghindari bekerja, tetapi Anda seharusnya melakukan cara-cara yang bisa membuat otak tetap tajam, seperti berikut ini:

-Berolahraga

-Kurangi stress dengan cara duduk tenang selama 10 menit per hari.

-Berkomunikasi dan terkoneksi dengan keluarga dan teman-teman. Hubungan antarsesama dapat mempertahankan kesehatan metal dan fisik.

-Tidur siang setidaknya 20 sampai 30 menit per hari.

-Lakukan hal-hal berbeda. Tidak perlu mengundurkan diri dari perusahaan Anda, tetapi lakukan hal-hal positif yang jarang atau belum pernah Anda lakukan. Misalnya, berjalan-jalan di kebun sambil memotret, mengunjungi teman lama, bermain gitar atau piano, dan lain-lain.

Bekerja merupakan tugas mulia yang Allah percayakan kepada manusia, bahkan sejak zaman manusia pertama Adam dan Hawa. Mereka pun diberi tugas menjaga Taman Eden dan memberi nama semua makhluk di situ, bukan? Namun, ingat bahwa bekerja tidak seharusnya membuat kondisi mental dan fisik Anda terganggu, susah tidur, atau rusaknya hubungan.

 

BACA JUGA:

Akibat Lembur Berlebihan, Pria di China Ini Meninggal

Jupe Ikut Rayakan Natal Bersama Gaston?

Nyatakan Iman, Pria ini Pikul Salib ke Seluruh Dunia

Kado Terindah untuk Batam dari Superbook

Penelitian Buktikan Doa Membuat Emosi Lebih Stabil

Tanpa Ayah, Interaksi Sosial Anak Menjadi 'Abnormal'

Keluarga yang Rukun dan Penuh Keterbukaan

Kapolri: Teroris Sedang Merakit Bom Untuk Natal dan Tahun Baru

Anak Sekolah OBI Meriahkan Ultah Jawaban.com

Ketika Salib Hanya Menjadi Ikon Mode

Selamat Ulang Tahun, Yesus!

Penyusup Rumah Kabur Setelah Dikhotbahi Penghuninya

Sumber : Harvard Business Review | CBS News | yk

Ikuti Kami