Jadi Orang Tua yang Menyenangkan, Meski Punya Masa Lalu Kelam

Jadi Orang Tua yang Menyenangkan, Meski Punya Masa Lalu Kelam

Lois Official Writer
5071

Setiap orang punya masa lalu yang buruk atau buruk sekali. Tapi jangan biarkan masa lalu yang buruk itu mempengaruhi cara kita menghadapi anak-anak, mempengaruhi bagaimana anak kita terbentuk nantinya. Asuhlah anak sebaik mungkin dengan cara-cara di bawah ini :

Pelihara Pernikahan Anda

Menurut penelitian dalam jurnal Child Development edisi Mei 2011, pernikahan yang bermasalah saat usia bayi 9 bulan akan memberi kontribusi anak sulit tidur pada usia 18 bulan. Mereka akan merekam bahwa rumah adalah tempat stress dan inilah penyebabnya mereka susah tidur.

Pelihara Kesehatan Mental

Segeralah atasi mental Anda jika Anda curiga menderita hal tersebut. Penelitian yang dilakukan pada 2011 menemukan bahwa anak-anak yang dibesarkan oleh ibu-ibu depresi, akan lebih mudah tertekan pada tahun prasekolahnya.

Jadilah Ibu dan Ayah yang Hangat

Hubungan pribadi yang akrab dapat menghangatkan dan punya dampak penting dalam mencegah masalah perilaku anak-anak.

Berpikirlah Positif

Pikiran yang negatif dapat mempengaruhi tingkah laku yang menyebabkan anak ditangani dengan kasar. Ini berdampak buruk. Jika tidak ingin anak mengalami masa lalu yang kelam seperti kita, maka ubahlah perilaku. Karena apa yang dilakukan pada anak usia 5 tahun akan terus dicontohnya hingga dewasa nanti, bahkan dengan pasangan hidupnya di masa depan.

Jangan Berambisi Untuk Jadi Sempurna

Tidak ada yang sempurna. Jadi, jangan menyiksa diri dengan target yang terlalu tinggi untuk menjadi orangtua yang sukses. Berusaha mengabaikan tekanan dan bersikaplah santai. Namun, tetap berikan yang terbaik untuk anak-anak Anda.

Kenali Anak dengan Cermat

Cara pengasuhan tidak bisa sama antara satu anak dengan yang lainnya. Beberapa anak yang kesulitan mengatur emosi mereka, mungkin perlu bantuan ekstra dari ayah dan ibu. Maka kuncinya adalah asuhlah anak berdasarkan petunjuk karakter dari anak tersebut.

Selalu Bercanda

Menurut penelitian dalam Economic and Social Research Councils, Festival of Social Science 2011, bercanda dengan anak-anak dapat membantunya berhasil di bersosialisasi. Ketika orangtua bercana, anak-anak akan dipacu untuk berpikir kreatif, menambah hubungan teman, dan mengatur tingkat stress.

Selalu Wujudkan Kasih Sayang

Kasih sayang perlu diasah dan terus diwujudkan karena penting untuk membantu seseorang ulet menghadapi tantangan. Orangtua adapat menggunakannya ketika sulit dalam membesarkan anak. Dengan demikian, mereka bisa menjadi teladan bagi anak-anak mereka.

Bersikap Bijak Saat Anak Berargumentasi

Segudang argumentasi yang biasanya dilontarkan anak-anak remaja mungkin menjengkelkan. Ternyata, argumentasi mereka terkait dengan penolakan kuat dari tekanan teman sebaya di luar rumah. Otonomi dalam keluarga akan mendorong otonomi di antara teman-temannya. Bersikaplah bijak dan biarkan para remaja berdiri sendiri, tetapi berikan dukungan untuk hal baik yang mereka lakukan.

Biarkan Mereka Pergi

Setelah anak beranjak dewasa, biarlah mereka pergi dengan menjadi mahasiswa di luar kota. Bersikaplah santai. Mungkin sudah saatnya orangtua mulai mundur meski tetap tak melepas pengawasannya.

Tentu di atas semuanya itu, letakkan Tuhan di tempat yang paling utama dalam keluarga Anda. Ajarkanlah selalu firman-Nya karena firman-Nya merupakan sumber pengetahuan dan hikmat. Jika masih takut masa lalu membayangi cara Anda berinteraksi dengan anak, cukup lihat apakah pengajaran Anda sudah sesuai dengan yang Tuhan ajarkan.

 

Baca juga :

Mengenal Alkohol dalam Produk Kecantikan

Bagaimana Memperoleh Masa Depan Gemilang?

Film Review : Ketika Pengedar Obat Terlarang Jatuh Cinta Pada Gadis Gereja

Tubuh yang Tidak Fit Akibat Kolesterol, Ini Tandanya

Pertolongan dari Seorang Sahabat

Sumber : tempo.co by lois horiyanti/jawaban.com

Ikuti Kami