Pendeta Palti Panjaitan Berkhotbah di Seberang Istana Merdeka

Pendeta Palti Panjaitan Berkhotbah di Seberang Istana Merdeka

Budhi Marpaung Official Writer
3944

Istana Merdeka kembali didatangi oleh sekitar 150 jemaat gabungan dari Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Filadelfia dan Gereja Kristen Indonesia (GKI) Taman Yasmin, Minggu (15/9) pagi WIB.

Di seberang tempat kediaman Presiden Republik Indonesia tersebut, umat kristen yang mengalami ketidakadilan dari pemerintah daerah ini mengadakan ibadah. Acara yang berlangsung tertib itu pun dipimpin oleh Pendeta Palti Panjaitan dari HKBP Filadelfia.

Sebagai dasar khotbah, Palti Panjaitan mengutip kisah perumpaan Domba yang Hilang diambil dari Lukas 15 ayat 1-10.

Dalam uraiannya, Palti mengatakan bahwa pemilik seratus domba, lebih memilih mencari satu ekor domba yang terpisah, walau harus menempuh resiko atas keselamatan 99 ekor domba yang lain dan ketidakjelasan nasib seekor domba yang dicarinya itu.

"Pemimpin sejati seharusnya bersikap seperti gembala dalam kisah itu, dimana dia mencintai keseluruhan dombanya hingga karena besarnya cinta kasihnya pada dombanya itu, dia mencari dan mempersatukan kembali yang satu ekor itu, meski dengan segala resikonya,” ucapnya.   

“Apakah pemimpin negara kita saat ini bersedia untuk tetap mencintai seluruh domba Republik Indonesia dan mau mencari dan mempersatukan yang minoritas, atau memilih untuk hanya bersekutu dengan yang mayoritas dan masa bodoh dengan yang dianggap minoritas?,"

"Apakah Presiden kita saat ini akan berani berdiri di depan dan membuka segel gereja GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia meski jumlahnya hanya sedikit? Ataukah 2 gereja itu akan didiamkan saja oleh Presiden negara demi menyenangkan yang dianggap mayoritas? Akankah Presiden kita saat ini berani memastikan bahwa semua warga negara Indonesia dapat beribadah di Mesjidnya, di  Gerejanya, di  Pura nya, di Wiharanya meskipun mungkin di beberapa daerah mereka dianggap minoritas?”

“Inilah ujian bagi pemimpin kita, Presiden kita  saat ini, apakah mereka adalah pemimpin yang hanya mencari aman dan popularitas belaka, atau pemimpin berkarakter yang berani tegakkan keutuhan dan hak konstitusional "100 domba warga negara Indonesia" tanpa pertimbangan mayoritas dan minoritas," pungkas Palti.

Sampai berita ini diturunkan belum ada tanggapan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, baik itu mengenai aksi ibadah GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia di seberang Istana Merdeka yang berlangsung kemarin maupun khotbah yang disampaikan oleh Pendeta Palti Panjaitan.


Baca juga : 

Pengancam Pendeta Palti Panjaitan Dituntut Tiga Bulan Penjara

Melayani Tuhan Dari Berbagai Penjuru Dunia

Farrah Gray, Sukses Karena Menghadapi Penolakan

Thread Forum JC : Aksi Solidaritas (JCers Goes To Panti Rehab YBMI)  

2 Artis Indonesia yang Memuji Vicky Prasetyo

9 Cara Praktis Mengatasi Bau Mulut

Ayah, Mengapa Kau Memukulku ?

Love Shine Through Tim Hughes, Konsisten Bicara Mengenai Tuhan

Sumber : satuharapan.com / budhianto marpaung
Halaman :
1

Ikuti Kami