Dua Jenis Pemasukan Bagi Investor

Dua Jenis Pemasukan Bagi Investor

Puji Astuti Official Writer
3552

Sebagai seorang investor atau pengusaha tidak lagi mengandalkan gaji bulanan, namun mengejar keuntungan untuk mendapatkan pemasukan. Walau sepertinya bagi mereka yang biasa bekerja pada sebuah perusahaan menimbulkan rasa tidak aman, namun sebenarnya sebaliknya, menjadi pengusaha adalah cara aman untuk menikmati hidup.

Jika Anda bekerja, maka klien Anda hanya satu saja, yaitu perusahaan Anda. Jika perusahaan Anda memecat Anda, maka Anda tidak lagi punya pekerjaan. Sebaliknya jika Anda menjadi pengusaha atau investor, maka klien Anda sebanyak Anda bisa dapatkan. Jika satu memutuskan hubungan kerjasama, Anda masih memiliki klien lainnya. Bukankah itu lebih baik?

Untuk itu adalah bijak memulai usaha sendiri atau menjadi seorang investor. Sebagai pengusaha atau investor ada dua jenis pemasukan yang bisa :

Keuntungan dari selisih modal (capital gain)

Keuntungan modal atau capital gain didapat dari selisih jual beli. Jadi pekerjaan Anda terus melakukan jual beli, dan jika Anda berhenti melakukan jual beli, maka tidak ada pemasukan yang mengalir.

Contohnya Anda investasi dengan membeli saham senilai 20 juta, saat harga saham naik menjadi 30 juta Anda menjualnya, maka Anda mendapatkan keuntungan sebesar 10 juta. Setiap kali Anda melakukan jual beli, Anda mendapatkan keuntungan yang disebut capital gain. Namun ada saatnya juga ketika seseorang mengalami capital losses atau kerugian. Hal ini terjadi saat Anda membeli dengan harga tinggi dan harga jatuh sehingga Anda menjual lebih murah.

Kekurangan metode investasi yang mengejar keuntungan capital gain, adalah saat pasar sedang buruk dan harga jatuh, contohnya saat krisis harga saham jatuh, banyak yang mengalami kerugian besar. Demikian juga mereka yang investasi di property dengan mengejar keuntungan capital gain, ketika harga sedang turun, maka tidak ada pembeli dan banyak orang bankrut.

Aliran Arus Kas (Cash flow)

Keuntungan jenis kedua yang cukup aman adalah aliran arus kas. Investor jenis cash flow biasanya tidak fokus menjual investasi-nya. Jika ia investasi di saham, ia fokus untuk mendapatkan devidennya, jika ia membeli property maka ia mencari keuntungan dari uang sewanya. Oleh karenanya, investor jenis ini tidak takut dengan naik-turunnya kondisi pasar.

Sama seperti capital gain, cash flow pun ada aliran kas positif dan negatif. Negatif adalah saat usaha Anda mengalami defisit dan positif saat mendapatkan keuntungan. Untuk itu pengetahuan tentang aliras kas ini sangat penting untuk menjaga agar usaha tetap sehat.

Baca juga artikel lainnya :

Krisis Keuangan? Jangan Takut Berinvestasi! (1)

Cynthia Kase, Sukses Jadi Konsultan Investasi dari Nol

Gaji Bulanan Cepat Habis? Ini Sebabnya!

Sopir Grand Max Yang Ditabrak Dul Akan Jadi Tersangka, Kenapa?

Dul Putra Ahmad Dani Sebabkan Kecelakaan Maut, Akankah Lolos Dari Hukum?

Makanan Yang Harus Dihindari dan Dikonsumsi Untuk Hindari Bau Mulut

Puji Tuhan Akhirnya Tuhan Yesus Datang Juga Ke Rumah Kami

Sumber : Berbagai sumber | Puji Astuti

Ikuti Kami