Tips bagi Pemain Saham Pemula

Tips bagi Pemain Saham Pemula

Yenny Kartika Official Writer
5474

Bagi calon investor saham yang masih pendatang baru, pertanyaan-pertanyaan berikut ini mungkin berputar-putar di kepala: Bagaimana langkah untuk masuk investasi saham? Apa strategi untuk terjun dengan baik ke investasi saham? Saham apa saja yang sebaiknya dipilih? Bagaimana mengatur portofolio? dan masih banyak lagi.

 

Untuk yang ingin memperoleh jawabannya, berikut ini adalah tips berinvestasi saham dari Reza Priyambada, Kepala Riset Trust Securities, seperti dilansir dari laman Ciputra Entrepreneurship:

 

#1 Kumpulkan informasi dan panduan sebanyak mungkin. Calon investor harus mencari tahu dan berusaha memahami informasi seperti: bagaimana ritme pergerakan saham, memahami laporan keuangan emiten, kegiatan bisnis yang dilakukan emiten serta aksi korporasi lainnya.

 

#2 Calon investor sebaiknya masuk terlebih dahulu ke instrumen dengan risiko lebih rendah, seperti reksadana saham. Reksadana dianggap menjadi pilihan awal yang baik karena risikonya lebih kecil dibandingkan dengan langsung masuk ke saham. Apabila Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksadana turun, investor pemula dapat bertanya langsung ke Manajer Investasi (MI)-nya. Seiring berjalannya waktu, calon investor akan semakin paham bagaimana pergerakan pasar dan bagaimana saham tertentu bergerak.

 

#3 Jika sudah mulai paham, bisa dimulai investasi dengan jumlah kecil terlebih dahulu di saham secara langsung. Saham sebaiknya dibeli secara bertahap. Saat ini telah banyak online trading yang nilai investasi awalnya cukup rendah, mulai Rp 3-5 juta. Namun, tetap pertahankan reksadana untuk investasi jangka panjang.

 

#4 Jika investor pemula hendak investasi untuk jangka panjang, dia harus memastikan bahwa emosinya sudah terlatih. Artinya, dia cukup stabil untuk tidak terpengaruh dengan fluktuasi harga hariannya. Investor pemula sebaiknya sudah sanggup menerima risiko jika terjadi penurunan.

 

#5 Dalam memilih, Reza menjelaskan bahwa saham yang dipastikan naik adalah properti, perbankan, dan konsumer. Contoh, jika properti naik, saham turunannya seperti semen juga akan terbawa naik. Investor harus memantau tren saham yang dia masuki dan bagaimana isi fundamental perusahaan tersebut.

 

#6 Yang terpenting dalam transaksi saham bukanlah beli di harga berapa atau jual di harag berapa, tetapi faktor emosi-lah yang jauh lebih menentukan. Jika investor mudah panik, trading plan yang dibuat akan kacau. Misalnya, yang seharusnya hold, malah dijual olehnya. Jadi, emosi penting untuk dikendalikan.


BACA JUGA:

8 Mata Uang Asing yang Paling Banyak Diperdagangkan

Tips Bebas Finansial di Usia Muda (2)

Merdeka dari Kebangkrutan

Perjuangan Menjadi Manusia Baik

Sembuh Miom 6,9 cm Tanpa Operasi!

Sumber : adaptasi dari Ciputra Entrepreneurship
Halaman :
1

Ikuti Kami