Ini Cara Bijak Orangtua Minta Maaf Pada Anaknya

Ini Cara Bijak Orangtua Minta Maaf Pada Anaknya

Lois Official Writer
38033

Orangtua juga tidak luput dari kesalahan dan juga harus minta maaf, sekalipun kesalahan itu dibuat kepada anak. Namun, orangtua harus pandai mengungkapkan hal ini. Menurut Fifi Embut, M.Psi, reaksi dan cara menghadapi anak selalu berbeda pada tiap anak. Ada yang mudah memaafkan, ada pula yang tidak. Namun, jika kita tidak mengungkapkan maaf itu, jelas ada timbul masalah yang bisa dampaknya dalam waktu lama seperti  :

Anak kehilangan kepercayaan pada orangtua maupun orang lain

Anak kurang memiliki kepercayaan diri

Anak tidak dapat mengendalikan diri atau emosi

Anak merasa sedih, tersisih, tersinggung, dan sebagainya

Anak merasa tidak diperhatikan dan tidak dihargai perasaannya

Perlakuan seperti apa yang membuat anak mengalami dampaknya sampai lama? Ada beberapa hal yang besar seperti memarahi anak secara berlebihan sehingga harga diri mereka terluka, orangtua melanggar norma (mabuk-mabukan, narkoba, mencuri, sering berbohong, dan sebagainya), tidak mentaati peraturan yang dibuat sendiri, bertengkar di depan anak, menuduh anak melakukan sesuatu yang tidak dilakukannya, dan sebagainya. Lantas, bagaimana meminta maaf kepada anak secara benar tanpa mengurangi wibawa sebagai orangtua? Berikut caranya :

Akui. Jika memang Anda salah, Anda harus mengakuinya di depan sang anak.

Tenang. Sebelum Anda bisa meminta maaf dengan tenang, Anda perlu menenangkan diri terlebih dahulu.

Tulus. Ketika meminta maaf, Anda harus tulus. Anak akan gampang mengetahui apakah Anda tulus atau tidak.

Tidak Belat-Belit. Katakan permintaan Anda secara langsung dan tidak berbelat-belit. Yang dimintakan maaf adalah sikap Anda dan bukan kepribadian Anda, mengungkapkan penyesalan Anda dapat melunakkan suasana. Lalu tanyakan padanya apakah dia mau memaafkan Anda.

Jangan Menyalahkan. Sebelum atau sesudahnya jangan ada pernyataan yang menyatakan bahwa sikap Anda tersebut dikarenakan oleh anak. Hal itu seperti menyalahkan anak untuk membenarkan sikap Anda.

Evaluasi. Ajak anak melihat kembali masalah yang ada dan sepakat suatu cara yang akan dilakukan bila masalah yang sama kembali terjadi.

Jangan Berlebihan. Minta maaflah dengan sewajarnya, karena memang Anda salah dan perlu meminta maaf seperti layaknya kepada orang lain.

Lupakan. Semua orang bisa berbuat salah, jadi sesudah minta maaf dan cari jalan keluar, lupakan masalah tersebut dan berusahalah untuk tidak mengulanginya lagi.

Memang tak mudah menjadi pihak yang salah karena semuanya jadi serba salah. Namun masalah yang datang tentu jadi pembelajaran yang baik bagi orangtua dan juga bagi anak itu sendiri. Semakin dewasa kita kemudian, hubungan pun semakin indah dan intim.

Sumber : tipsanda.com by lois horiyanti
Halaman :
1

Ikuti Kami