Saat Kebencian Mengaburkan Rasa Cinta di Hati

Marriage / 25 July 2013

Kalangan Sendiri

Saat Kebencian Mengaburkan Rasa Cinta di Hati

Puji Astuti Official Writer
16628

Bisakah seseorang membenci pasangannya namun sekaligus mencintainya? Namun kenyataannya banyak pernikahan porak-poranda bahkan hancur karena mereka yang dulu saling mencintai kemudian menyimpan kebencian dan kemarahan.

Namun Rasul Paulus pernah menasihatkan seperti ini :

Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri. Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat, karena kita adalah anggota tubuh-Nya. ~ Efesus 5:28-30

Bukankah tidak pernah kita mendengar orang memotong tangannya atau kakinya sendiri karena dia membenci bagian tubuhnya itu? Lagi pula tidak seratus persen dalam diri pasangan kita itu buruk, masih ada banyak hal yang baik dalam dirinya. Namun karena kita hanya fokus pada keburukan-keburukannya, akhirnya semua kebaikan yang ada dalam dirinya kita abaikan.

Mengapa seseorang yang dulu dicintai bisa berubah menjadi pribadi yang dibenci? Permasalahannya adalah ketika sesuatu yang tidak menyenangkan bagi salah satu pasangan terjadi,  hal tersebut tidak dikomukasikan dengan baik. Akhirnya dari rasa kesal dipendam, kemudian ditambah rasa kesal lainnya membuat perasaan itu berkembang menjadi marah, kemudian terus berkembang dan menjadi benci, dan puncaknya adalah rasa dendam.
Lalu bagaimana mengatasi sesuatu yang terus berkembang sepert bola salju yang semakin besar tersebut.

1.  Jika ada perasaan yang mengganjal, komunikasikan dengan baik kepada pasangan. Jadi, jangan ungkapkan dengan mengomel, ataupun intonasi suara yang tinggi. Sebaliknya, tenangkan emosi Anda, ajak pasangan Anda berdiskusi dengan kepala dingin. Ungkapkan perasaan Anda dengan jujur.

2. Hargai perasaan dan respon pasangan Anda. Ketika Anda mengungkapkan rasa kesal Anda dengan cara konstruktif, Anda juga harus siap dengan responnya dan mau mendengarkan pendapatnya.

3. Lapangkan dada untuk memberikan pengampunan dan juga maaf kepada pasangan Anda. Ijinkan kasih Tuhan mengalir dalam hidup Anda dan memampukan Anda untuk mengasihi dan mengampuni pasangan. Demikian juga rendahkan hati untuk mau mengakui kesalahan dan minta maaf. Jangan pernah menyimpan kesalahan pasangan Anda terlalu lama, ingatlah nasihat untuk memadamkan amarah sebelum matahari terbenam (Efesus 4:26)Percayalah, hal ini akan sangat melegakan hati.

4. Berdoalah bagi pasangan Anda. Ada kondisi-kondisi yang kadang diluar jangkauan kemampuan kita, untuk itu bawalah masalah-masalah itu di hadapan Tuhan. Berdoalah bagi pasangan Anda. Doa adalah alat Tuhan pertama-tama untuk mengubah diri kita, baru kemudian menjamah kehidupan orang yang kita doakan.

Jika pernikahan Anda mengalami goncangan, jangan cepat-cepat mengatakan benci kepada padangan Anda, apa lagi cerai. Ingatlah prinsip ini, bahwa suami istri adalah satu tubuh, dan menceraikan pasangan Anda sama saja mengamputasi bagian tubuh Anda sendiri. Tidak ada masalah yang tidak ada jalan keluarnya, datanglah kepada Tuhan, dan ijinkan Dia bekerja untuk memulihkan Anda dan pasangan.

Jika Anda saat ini mengalami masalah serupa atau goncangan dalam pernikahan dan membutuhkan bimbingan serta bantuan doa, Anda bisa menghubungi konseling center CBN yang hadir selama 24 jam setiap hari melalui : Telp : 89921333, SMS : 08179943344, Email : [email protected] atau melalui konseling chating dengan KLIK DISINI.

Baca juga artikel lainnya :

Pengampunan Berguna Bagi Kebaikan Kita Sendiri

Cinta Edi Pada Burung Peliharaan Lunturkan Cintanya Pada Istri

Tips Menghindari Pertikaian Dengan Suami

Belajar dari Pasangan Suami Istri di Dalam Alkitab

Kartu Kredit: Berhutang Tanpa Malu-Malu

Sumber : Berbagai Sumber | Jawaban.com | Puji Astuti
Halaman :
1

Ikuti Kami