Pasca Turunnya Morsi, Umat Kristen Mesir Jadi Sasaran Amarah

Pasca Turunnya Morsi, Umat Kristen Mesir Jadi Sasaran Amarah

Puji Astuti Official Writer
3291

Umat Kristen Mesir mengalami tekanan dan aniaya yang semakin berat sejak Presiden Mohammed Morsi diturunkan dari jabatannya pada 3 Juli 2013 lalu. Kelompok pendukung presiden terpilih tersebut melakukan berbagai tindakan anarkis, mulai dari perusakan, pembakaran hingga pembunuhan.

Pemerintahan baru Mesir mengakui adanya kekerasan sektarianpada Rabu, (17/7) dan menyerukan untuk menghentikan tindakan keji tersebut. Diperkirakan sekitar sembilan orang Kristen tewas, puluhan rumah dan juga gereja dibakar pada kerusuhan yang diduga dilakukan oleh kelompok Ikhwanul Muslimin tersebut.

"Massa yang marah mengamuk dan menghancurkan rumah milik orang Kristen. Mereka mulai dari rumah sepupu saya, menjarahnya dan membakarnya. Kami tidak mau mengambil resiko - jadi kami melarikan diri dari desa," seorang yang disebut sebagai Khamis yang dikutip BBC.co.uk.

Di hari yang sama, di desa Dalga, sebuah gereja dihancurkan dan dibakar. Beruntung Bapa Ayoub Youssef, pendeta gereja tersebut berhasil selamat lewat atap rumahnya dengan dibantu tetangganya seorang muslim yang baik kepadanya.

"Jika bukan karena mereka, saya telah digantung," ungkap Bapa Youssef.

Kondisi di Mesir masih belum stabil dan sangat rentan terjadinya konflik sektarian, yang kebanyakan dipicu oleh tindakan kelompok garis keras Islam pendukung Presiden Morsi. Saat ini pemerintahan sementara sedang berupaya untuk membentuk konstitusi baru yang dapat merangkul semua pihak, walau ditentang dan tidak diakui oleh kelompok Ikhwanul Muslimin. Mari terus berdoa bagi kedamaian Mesir dan pemulihan di negara tersebut.

Baca juga : 

Gereja Pakai Facebook Selamatkan Bayi Down Sindrom yang Hadapi Aborsi

Perkatakan Janji Allah, Mukjizat Pasti Terjadi

Selalu Ada Untukku

Suami Istri Hancurkan Keluarga Dengan Judi

Sumber : BBC | bosnewslife.com | Puji Astuti
Halaman :
1

Ikuti Kami